top of page

Tak Hanya Manusia, Hewan Peliharaan Juga Bisa Terdampak Abu Vulkanik

4 hours ago
4 min read
Massive volcanic eruption sends a huge dark ash plume into a stormy sky over a rural landscape and mountain.
foto oleh unsplash

Abu vulkanik tidak hanya berisiko bagi manusia. Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing juga dapat mengalami gangguan kesehatan ketika terpapar abu vulkanik, terutama jika partikel abu terhirup, masuk ke mata, atau tertelan saat mereka menjilati bulu.

Bagi pemilik hewan peliharaan, kondisi udara yang dipenuhi abu vulkanik perlu menjadi perhatian. Hewan yang biasanya aktif bermain di luar rumah sebaiknya untuk sementara berada di dalam ruangan dan dijauhkan dari area yang banyak terpapar abu.

Apakah abu vulkanik berbahaya bagi hewan peliharaan?

Ya, abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan hewan peliharaan, terutama saluran pernapasan, mata, kulit, dan sistem pencernaan. Tingkat risikonya bergantung pada konsentrasi abu, lama paparan, serta kondisi kesehatan hewan.

Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan dan mineral yang sangat halus. Partikel tersebut dapat terbawa angin dan masuk ke berbagai tempat, termasuk halaman, teras, tempat makan hewan, serta bulu dan kaki anjing atau kucing.

Saat hewan menghirup abu, partikel tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan. Hewan dengan riwayat gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan tertentu berpotensi lebih rentan terhadap dampak paparan.

Selain terhirup, abu juga bisa menempel pada tubuh. Ketika kucing atau anjing membersihkan tubuh dengan menjilati bulunya, partikel abu yang menempel dapat ikut tertelan.

Apa saja dampak abu vulkanik pada kucing dan anjing?

Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gejala pada hewan peliharaan. Beberapa di antaranya dapat terlihat dengan mudah oleh pemilik.

1. Gangguan pernapasan

Hewan yang menghirup abu dapat mengalami batuk, bersin, napas lebih cepat, atau terlihat kesulitan bernapas. Dalam kondisi paparan yang berat, gangguan pernapasan dapat menjadi lebih serius.

Pemilik perlu memperhatikan perubahan pola napas, terutama jika hewan tampak bernapas dengan susah payah atau menggunakan lebih banyak tenaga saat menarik napas.

2. Iritasi mata

Partikel abu vulkanik dapat mengiritasi mata. Mata hewan mungkin terlihat merah, berair, atau membuat hewan lebih sering menggosok wajahnya.

Jika abu masuk ke mata, jangan membiarkan hewan menggosoknya terus-menerus karena tindakan tersebut berpotensi memperparah iritasi.

3. Iritasi kulit dan telapak kaki

Abu yang menempel pada bulu dan kulit dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Pada anjing yang sering berjalan di luar rumah, abu juga dapat menempel pada telapak kaki.

Karena anjing dan kucing sering menjilati tubuh atau kakinya, abu yang menempel tersebut berpotensi tertelan.

4. Gangguan pencernaan

Abu yang tertelan dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Hewan mungkin mengalami muntah, diare, atau penurunan nafsu makan.

Jika gejala tersebut berlangsung atau disertai kondisi lain seperti lemas, pemilik sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan.

Bagaimana cara melindungi hewan peliharaan dari abu vulkanik?

Cara paling sederhana untuk mengurangi risiko adalah membatasi paparan hewan terhadap abu vulkanik. Usahakan anabul selalu berada di rumah menemani Anda beraktivitas seperti menonton video animasi atau sekedar bersantai.

Jika kondisi udara di sekitar rumah sedang dipenuhi abu, usahakan kucing dan anjing tetap berada di dalam ruangan. Aktivitas berjalan-jalan di luar rumah dapat ditunda hingga kondisi udara membaik.

Pastikan juga jendela dan pintu tertutup ketika abu sedang beterbangan. Jika menggunakan kipas atau sistem ventilasi, perhatikan apakah alat tersebut justru membawa udara luar yang mengandung abu masuk ke dalam rumah.

Pemilik juga perlu memastikan air minum dan makanan hewan tidak terkontaminasi abu. Tempat makan dan minum sebaiknya ditempatkan di area yang terlindung.

Dalam kondisi darurat, kebutuhan hewan juga perlu dimasukkan ke dalam persiapan rumah tangga, termasuk persediaan makanan, air minum, serta obat-obatan yang memang diresepkan dokter hewan.

Apa yang harus dilakukan jika hewan terkena abu vulkanik?

Jika anjing atau kucing terlanjur berada di luar ketika abu turun, jangan langsung membiarkannya menjilati tubuh.

Bersihkan bulu dan telapak kaki secara perlahan untuk menghilangkan partikel abu. Gunakan air bersih untuk membantu membersihkan bagian tubuh yang terpapar. Hindari tindakan yang justru membuat abu semakin beterbangan di dalam rumah.

Perhatikan juga kondisi mata dan pernapasannya setelah dibersihkan. Jika hewan terlihat mengalami sesak napas, batuk atau bersin terus-menerus, mata mengalami iritasi berat, muntah, sangat lemas, atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa, segera hubungi dokter hewan.

Apakah hewan peliharaan boleh tetap diajak jalan-jalan saat ada abu vulkanik?

Sebaiknya tidak, terutama ketika abu vulkanik masih terlihat di udara atau kualitas udara sedang buruk. Hewan yang tetap berada di luar akan memiliki risiko lebih besar menghirup abu dan membawa partikel tersebut menempel pada bulu serta kakinya.

Jika aktivitas di luar memang tidak dapat dihindari, lakukan sesingkat mungkin dan pilih area yang minim paparan. Setelah kembali ke rumah, bersihkan bagian tubuh hewan yang kemungkinan terkena abu.

Bagi kucing yang biasanya bebas keluar-masuk rumah, kondisi seperti ini juga menjadi alasan untuk sementara menjaga mereka tetap berada di dalam.

Kapan hewan peliharaan harus dibawa ke dokter hewan?

Tidak semua paparan abu vulkanik akan menyebabkan kondisi serius. Namun, pemilik perlu segera mencari bantuan dokter hewan apabila muncul tanda gangguan kesehatan yang berat atau menetap.

Kesulitan bernapas, napas berbunyi, batuk yang tidak membaik, mata sangat merah atau terus berair, muntah berulang, diare berat, kehilangan nafsu makan, dan tubuh yang terlihat sangat lemas merupakan beberapa tanda yang perlu diperhatikan.

Pada hewan yang sudah memiliki masalah pernapasan atau penyakit lainnya, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan.

Pada akhirnya, perlindungan hewan peliharaan dari abu vulkanik sebenarnya tidak jauh berbeda dari perlindungan terhadap anggota keluarga lainnya: kurangi paparan, jaga kualitas udara di dalam rumah, pastikan makanan dan air tetap bersih, serta pantau kondisi kesehatan secara berkala.

Anjing dan kucing mungkin tidak dapat mengatakan bahwa mereka merasa tidak nyaman akibat abu vulkanik. Karena itu, perubahan kecil seperti bersin lebih sering, mata berair, batuk, atau menjadi lebih lesu sebaiknya tidak diabaikan. Semoga bermanfaat!


Penulis:

Arumka, Digital Marketing Specialist at VideosID


Comments


Post: Blog2 Post

Indonesia

  • Twitter
  • Instagram
  • Facebook

Klinik Hewan & Pet Shop Gresik | Kawan Hewan
©2026 by kawanhewan.

bottom of page