Manfaat Sterilisasi bagi Kucing, Anda Perlu Tahu!


foto oleh unsplash


Memelihara kucing tentu merupakan aktivitas yang menyenangkan, menghibur, dan dapat mengisi waktu luang secara lebih baik. Namun tentu saja memelihara kucing ini bukan sekedar hanya untuk hiburan serta mengisi waktu saja, ada beberapa tanggung jawab hal penting yang tetap harus diperhatikan dan memerlukan komitmen untuk melakukannya. Hal ini termasuk dalam menjaga kucing tetap sehat serta memperhatikan pola makan dan kesehatan tubuh kucing kita secara optimal, salah satunya dengan melakukan sterilisasi. Mengapa dan apa saja manfaat sterilisasi kucing, simak informasinya berikut di bawah ini.


Mengapa Kucing Harus Disterilisasi

Tentu akan timbul banyak pertanyaan mengenai sterilisasi pada hewan kesayangan yang satu ini. Kebanyakan pemilik pasti ingin tahu apa saja manfaat sterilisasi kucing, termasuk sisi positif ataupun negatifnya. Sehingga saat mengambil keputusan tersebut tidak mengecewakan atau memperburuk situasi yang ada. Namun ada baiknya Anda berfokus pada kebaikan yang bisa timbul dari keputusan untuk melakukan sterilisasi pada kucing.

Ide sterilisasi tentu saja bermula dari tingginya populasi kucing saat ini. Tidak jarang ditemukan banyak kucing terlantar yang tidak terurus dengan baik. Semakin kondisi ini tidak diperhatikan, bayangkan berapa banyak jumlah kucing yang terus berkembang sekaligus juga terlantar? Oleh karena itu sterilisasi dipandang sebagai pilihan yang tepat oleh sejumlah ahli, bukan hanya membantu mengontrol populasi saja, tetapi di sisi lain juga memberikan kemudahan perlindungan serta pemeliharaan pada kucing yang lebih optimal.

Setiap tahunnya ada banyak sekali anak kucing terlantar yang dibuang di jalanan. Apalagi memang siklus kehamilan si meong cukup cepat dan juga sekali melahirkan bisa mempunyai banyak anak. Tentu fenomena seperti ini menjadi beban di masyarakat, utamanya bagi pecinta hewan kucing. Memiliki banyak anak kucing tentu bisa jadi merepotkan dan bisa berujung pada menelantarkan mereka semaunya. Untuk mencegah hal-hal semacam inilah tindakan seperti sterilisasi akan membawa manfaat yang jauh lebih baik, simak informasinya lebih lanjut di bawah ini.


Proses Sterilisasi Kucing

Melaksanakan sterilisisi kucing itu sendiri harus tepat dan sesuai dengan kaidah yang ditentukan. Supaya tidak salah dalam melakukannya, ada baiknya kunjungi dokter hewan terdekat sehingga informasi tentang proses sterilisasi kucing ini bisa didapatkan dengan sebagaimana mestinya. Walaupun begitu, secara umum waktu yang tepat untuk melakukan sterilisasi pada hewan kesayangan yang satu ini paling cocok dilakukan sebelum masa pubernya.

Umumnya kucing akan memasuki masa puber di kisaran usia empat hingga enam bulan. Sehingga memilih usia kurang lebih pada masa tersebut merupakan pilihan yang tepat untuk melakukan sterilisasi pada kucing kesayangan Anda. Bahkan sebagai informasi, proses tersebut juga bisa dilakukan pada usia dini mulai dari kucing usia delapan minggu. Hanya saja sebaiknya tanyakan lebih dulu kondisi kesehatan kucing pada dokter hewan terdekat sebelum memastikan waktu yang tepat tersebut.

Proses sterilisasi kucing sendiri pada dasarnya berupa pengangkatan organ reproduksi yang dimiliki oleh kucing. Baik kucing jantan maupun kucing betina, semua memiliki organ reproduksi yang pada saat dilakukan sterilisasi akan diangkat sehingga tidak dapat melahirkan keturunan kembali. Oleh sebab itu proses ini bukan sembarangan, tetapi harus dilakukan secara tepat oleh ahlinya di waktu yang tepat juga.


Manfaat Sterilisasi Kucing

Adapun berikut ini beberapa manfaat sterilisasi kucing yang bisa didapatkan dari keputusan tersebut. Jangan khawatir akan mendapat efek buruk dari tindakan sterilisasi pada kucing. Justru dengan memutuskan untuk melakukan steril pada hewan peliharaan Anda tersebut, maka ada beberapa manfaat sterilisasi kucing yang bisa diterima antara lain sebagai berikut ini:


Lebih Sehat

Kucing pada saat memasuki masa birahi bisa mengalami perubahan kondisi kesehatan yang kurang baik. Hal ini ditandai dengangejala seperti nafsu makan menurun, merasa cemas, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu tindakan melakukan sterilisasi pada kucing membantu untuk menghindari resiko kesehatan yang bisa muncul dalam gejala seperti itu.

Umumnya kucing yang telah disterilisasi akan lebih meningkat nafsu makannya karena secara tidak langsung hormon perkembangbiakan di dalam tubuh kucing akan berubah menjadi hormon pertumbuhan dan perkembangan. Otomatis hal ini memicu nafsu makan yang membaik dan membawa kucing yang dipelihara jauh lebih gemuk dan lebih sehat.

Selain alasan Kesehatan diatas, sterilisasi juga mengurangi kemungkinan kucing mengalami penyakit gangguan saluran kencing. Penyakit ini disebut juga dengan Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD). FLUTD fase parah ditandai dengan kucing mengalami kencing yang bercampur darah.


Mengurangi Stress

Seperti yang dikatakan sebelumnya, kucing saat masa birahi bisa cemas berlebihan atau stress. Kondisi ini terutama terjadi jika tidak dapat menyalurkan birahinya dengan tepat. Hal ini umumnya memicu rasa stress berkepanjangan pada kucing yang bisa membuatnya kehilangan nafsu makan dan menurunkan kondisi kesehatannya.

Adapun salah satu manfaat sterilisasi pada kucing termasuk untuk membantu mengatasi dan menghilangkan resiko kecemasan yang berujung pada stress tersebut. Pada saat kondisi kucing terbebas dari rasa stress, otomatis kucing hidup lebih nyaman secara psikologi dan memicu kondisi fisik yang juga lebih sehat dan baik.


Mengatur Populasi

Manfaat sterilisasi kucing berikutnya sudah tentu untuk mengotrol populasi kucing, terutama di lingkungan dan jalanan sekitar kita. Induk kucing sekali melahirkan bisa jadi ada mendaptkan dua hingga enam anak kucing, sehingga pemilik bisa jadi kesulitan memeliharanya jika hal ini terjadi berulang kali.

Oleh sebab itu memutuskan untuk melakukan sterilisasi akan membantu memutus rantai reproduksi dan menghindari resiko terlalu banyak anak kucing yang dilahirkan. Otomatis pula lebih mudah untuk memelihara kucing secara optimal sekaligus menghindari resiko membuang anak kucing dan menelantarkan mereka begitu saja di jalanan.

Konsep ini juga bertujuan agar Pemilik hewan lebih mudah memenuhi hak-hak dasar hewan. Setiap hewan memiliki hak dasar yang disebut Animal welfare. Dengan terbatasnya resource yang ada, maka kontrol populasi diperlukan supaya mencapai derajad kesejahteraan.


Mengurangi Resiko Berkelahi

Siapa sangka ternyata melakukan sterilisasi pada kucing juga bisa membantu mengurangi resiko perkelahian. Hal ini terjadi karena pada masa birahinya, kucing jantan cenderung mencari pasangan dan memperebutkan kucing betina dengan kucing jantan lainnya. Saat sterilisasi dilakukan, otomatis keinginan tersebut menghilang dan kucing jadi lebih memilih untuk betah berada di rumah. Resiko perkelahian di jalanan juga secara tidak langsung juga bisa dihindari karena keinginan mencari pasangan hilang begitu saja.


Tidak Kencing Sembarangan

Pemilik kucing pasti paham bahwa kucing jantan sering menandai daerah kekuasaannya dengan jalan kencing di lokasi tersebut. Hal ini lebih sering terjadi pada kucing yang belum disterilisasi. Dengan tindalkan steril, maka resiko spraying dan marking sembarangan ini bisa dikendalikan lebih baik. Bahkan bonusnya umumnya tingkah laku kucing membaik dan bisa diarahkan untuk membuang kotoran dengan lebih teratur di tempat yang kita sediakan.


Ternyata manfaat sterilisasi kucing memang cukup banyak dan penting. Oleh sebab itu selalu perhatikan kesehatan kucing yang Anda pelihara, termasuk sebisa mungkin melakukan sterilisasi pada waktu yang tepat. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut tentang hal tersebut, kunjungi saja dokter hewan terdekat dengan tempat tinggal Anda. Pastikan untuk mendapat informasi yang sesuai terutama untuk melakukan sterilisasi serta perawatan pasca tindakan tersebut secara tepat. Share artikel ini ya agar semakin banyak yang mengetahui benefit dari sterilisasi bagi si Meong.

80 views0 comments