top of page

Mengenal Gejala Rabies pada Hewan dan Manusia

Dalam rangka menyongsong peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang diperingati setiap tanggal 28 September, Kawan Hewan menyajikan artikel khusus tentang gejala rabies. Event ini biasanya diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya rabies dan menyebarkan tata cara pencegahan penularannya.


Rabies adalah infeksi menular dari hewan ke manusia, yang populer dengan sebutan penyakit anjing gila. Pasalnya, salah satu hewan penularnya adalah anjing. Lantas apa saja gejala rabies pada hewan? Bagaimana gejala rabies pada manusia?

Artikel ini akan mengupas tuntas infeksi mematikan ini. Anda bisa menemukan informasi lengkap mengenai apa itu rabies, serta ciri-ciri gejala rabies pada manusia dan hewan.


umumnya rabies disebabkan oleh gigitan anjing liar

foto oleh unsplash


Apa itu Rabies?

Rabies merupakan penyakit akibat infeksi Lyssavirus. Virus yang ditularkan oleh beberapa jenis hewan ini memang mematikan karena menyerang saraf pusat.

Penularan yang paling sering terjadi adalah akibat gigitan dari hewan yang sudah terinfeksi virus. Selain itu, kemungkinan penularan juga bisa terjadi akibat cakaran serta jilatan hewan yang telah terinfeksi pada luka di tubuh manusia.

Lalu, gejala rabies pada hewan apa saja? Menurut Kementerian Kesehatan RI, hewan penular virus ini meliputi anjing, kucing, kelelawar, dan kera [1].

WHO juga menyebutkan bahwa anjing menjadi penyebab utama kematian akibat rabies. Bahkan, hewan ini menyebabkan 99% kasus penularan rabies pada manusia [2].

Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa ada 11 korban meninggal akibat rabies [3]. Oleh karena itu, kasus ini termasuk ke dalam KLB atau kejadian luar biasa.

Hingga April 2023, telah terjadi 31.113 kasus gigitan hewan yang terinfeksi rabies. Namun, tenaga medis telah memberikan vaksin anti rabies pada 23.211 korban.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Kemenkes menyediakan 241.700 vaksin rabies. Selain itu pemerintah juga menghimbau agar masyarakat mewaspadai gejala awal rabies pada manusia. Sehingga, korban bisa langsung memperoleh pertolongan.


Gejala Rabies pada Hewan

Agar dapat terhindar dari infeksi ini, Anda harus mengetahui apa saja gejala rabies pada hewan kucing dan anjing. Dengan begitu, Anda bisa waspada terhadap hewan peliharaan yang menunjukkan ciri-ciri terinfeksi rabies.

Berikut adalah beberapa gejala infeksi rabies pada anjing dan hewan lainnya.

1. Perilaku Agresif

Hewan yang terjangkit rabies akan berperilaku agresif dan suka menyerang. Ini karena rabies menyerang saraf pusat mereka, sehingga mengakibatkan perubahan perilaku.

Biasanya, hewan tersebut tampak seperti gila. Mereka seperti kebingungan, agresif, dan mengeluarkan air liur yang banyak.

2. Sensitif

Hewan yang telah terjangkit rabies juga akan menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut ditandai dengan perilaku yang sering menggigit atau menyerang apapun yang bergerak seperti hewan lain maupun manusia.

3. Sering Sembunyi

Ciri lain hewan yang terkena rabies adalah menjadi suka sembunyi. Ini karena mereka takut akan cahaya, air, dan juga suara.

4. Gejala Fisik

Sedangkan untuk gejala fisik yang sering terjadi adalah kejang, lemah, hiperseksual, dan juga lumpuh.

Hewan yang sudah terjangkit virus akut biasanya mati dalam 2 minggu [4]. Namun, mayoritas hewan rabies akan mati dalam 2 hingga 5 hari sesudah ciri tersebut tampak.


 

Gejala Infeksi Rabies pada Manusia

pertolongan pertama penting untuk mencegah kematian akibat rabies
pertolongan pertama penting untuk mencegah kematian akibat rabies

foto oleh unsplash


Jika Anda baru saja digigit hewan liar maupun peliharaan, Anda wajib waspada. Berikut adalah gejala rabies pada manusia setelah digigit anjing atau hewan lain yang telah terinfeksi rabies:

● Demam atau suhu tubuh meninggi

● Nyeri pada kepala atau gejala radang otak

● Selalu merasa cemas

● Rasa terbakar pada tubuh yang terkena gigitan.

Gejala rabies pada manusia berapa lama? Gejala tersebut biasa muncul setelah 3 sampai 12 minggu setelah terkena gigitan jika korban tidak mendapat pengobatan.

Setelah itu, korban akan merasakan gejala lain yang lebih parah seperti:

● Tampak kebingungan dan menjadi agresif

● Mulai berhalusinasi

● Mulut berbuih dan mengeluarkan banyak liur

● Mengalami kejang-kejang

● Sulit untuk menelan dan juga sesak nafas

● Menjadi lumpuh

Setelah gejala rabies pada manusia muncul, terutama di masa-masa awakl, biasanya korban mengalami koma dan juga gagal nafas pada hari ke 7 hingga 10. Pada akhirnya, korban gigitan bisa meninggal. Menurut CDC (Centre of Disease Control and Prevention), diperkirakan rabies menyebabkan kematian hingga 59.000 jiwa setiap tahunnya.


Cara Mencegah dan Mengobati Rabies

Karena memiliki akibat yang sangat fatal yakni kematian, Anda harus waspada dan berupaya untuk mencegah rabies. Nah, apa saja upaya pencegahan dan pengobatan rabies?

  1. Berikan vaksin pada hewan peliharaan Anda. Jadi, pastikan untuk berkunjung ke dokter hewan untuk melakukan vaksinasi secara terjadwal.

  2. Selain itu jauhilah hewan liar karena mereka berpotensi menularkan virus rabies. (rabies lebih umum menyebar melalui hewan liar).

  3. Jika tergigit atau tercakar, sebagai pertolongan pertama, segera cuci luka tersebut dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Kemudian, berikan antiseptik seperti alkohol atau iodine.

  4. Setelah itu, segera kunjungi fasilitas kesehatan untuk memperoleh vaksin dan serum anti-rabies.

Dengan mewaspadai gejala dan melakukan tindakan yang tepat setelah tergigit, Anda bisa meminimalkan dampak yang lebih fatal. Itulah pembahasan tentang gejala rabies pada manusia. Untuk mendapat update tentang gejala rabies pada hewan dan info menarik lainnya, pastikan untuk follow akun media sosial Kawan Hewan melalui link ini.

Semoga bermanfaat!



Sumber:

Kommentare


Post: Blog2 Post
bottom of page