Sayang Kucing? Waspadai Bahan-Bahan Berbahaya bagi Kucing Berikut Ini

Updated: Jul 25, 2020



Tanpa disadari, ada banyak bahan berbahaya bagi kucing yang bisa merenggut kesehatannya. Kebiasan dan rasa keingintahuan kucing memang tak bisa begitu saja dielakkan. Karakter tersebut sudah secara harfiah melekat pada kucing. Tak heran, Anda kerap menemukannya menjelajah dan mengendus-endus di sekitar rumah.

Layaknya binatang lain yang mengandalkan insting, seekor kucing tak dibekali kemampuan untuk mempertimbangkan baik buruknya suatu bahan bagi kesehatannya. Padahal, ada beberapa kategori bahan yang memang harus dihindari. Tugas Anda sebagai pemilik adalah memastikannya berada jauh dari jangkauan si kucing.


Bahan Makanan yang Berbahaya untuk Kucing

Meski kebanyakan makanan manusia bisa dicerna dengan baik oleh binatang, tapi ada beberapa yang diyakini mengandung bahan berbahaya bagi kucing. Bahan-bahan tersebut bila dikonsumsi bisa mengakibatkan diare pada kucing dan berujung pada kematian.

1. Cokelat

Makanan ini telah diketahui memiliki efek berbahaya pada kesehatan anjing. Tapi, tak banyak yang menyadari bahwa cokelat juga berefek buruk pada kucing. Kandungan kafein dan theobromine di dalamnya berpotensi memicu muntah, diare, kejang, permasalahan jantung, hingga berujung pada kematian.

2. Produk susu dan juga beberapa produk turunannya

Tak banyak orang tahu bahwa susu dan turunannya bisa membahayakan kucing Anda. Kebutuhan kucing untuk menyusu hanya sampai giginya tumbuh, setelahnya, Anda tak perlu memberikan susu lagi. Kebanyakan kucing memiliki kecenderungan intoleran laktosa. Gejala kram dan diare akan mulai nampak 8-12 jam setelahnya. Jika anda terpaksa memberikan susu. pilihlah susu murni dengan tambahan gula sesedikit mungkin.

3. Berbagai jenis bawang

Keberadaan bawang-bawangan ternyata justru membahayakan kesehatan kucing Anda. Spesies yang masuk dalam kategori keluarga Allium ini sebenarnya juga dianggap beracun bagi anjing. Jika mengonsumsinya, kucing akan mengalami keracunan hebat yang berpotensi menyebabkan kematian.

4. Karbohidrat

Pada dasarnya kucing memiliki kebutuhan karbohidrat sangat kecil. Berbeda dengan anjing yang merupakan binatang omnivora, kucing masuk dalam kategori karnivora sehingga tak bisa mencerna karbohidrat dengan baik. Konsumsi karbohidrat yang berlebih justru dapat menyebabkan diare.


baca juga: Bolehkah Kucing Makan Nasi? Simak Penjelasan Berikut Ini

Obat-obatan Ternyata Cukup Berbahaya

Selain dari sisi makanan, obat-obatan juga memiliki kandungan bahan berbahaya bagi kucing. Penggunaan obat-obatan harus sesuai dengan yang diresepkan dokter. Bahkan dalam kasus kucing, pemberian obat-obatan harus lebih ditelaah lagi mengingat kerentanannya akan suatu senyawa di dalamnya.

1. Obat manusia

Penggunaan obat manusia pada kucing sebagai pertolongan pertama adalah hal buruk untuk dilakukan, utamanya paracetamol. Meski bekerja dengan baik pada manusia, penggunaan pada kucing berpotensi membahayakan kesehatan lantaran dosisnya berbeda dan berpotensi menjadi racun bagi kucing.

Contohnya, paracetamol yang dapat menyebabkan kerusakan hati pada kucing (hepatoxic). Selain itu berbagai obat penenang, ibuprofen, asetaminofen, vitamin, suplemen juga tidak cocok dengan metabolisme kucing.

2. Obat pinjal dan anti kutu

Walau terkadang ada kutu dalam tubuh kucing, Anda tak seharusnya asal memberinya obat anti kutu ataupun pinjal karena murapakan salah satu bahan berbahaya bagi kucing. Penggunaan obat-obatan tersebut harus memperhatikan dosis yang tepat mangingat adanya kandungan insektisida. Senyawa ini berbahaya jika digunakan secara berlebihan dan berpotensi menyebabkan keracunan.

3. Racun tikus

Jika memiliki kucing di rumah, urungkan niat untuk menggunakan racun tikus guna membunuh hama tikus. Bisa jadi kucing Anda yang mati keracunan. Racun tikus umumnya memiliki kandungan warfarin dan bromethalin yang juga berbahaya bagi kucing dengan persentase kematian hingga 90%.

Efeknya akan sama ketika kucing Anda memakan bangkai tikus yang diracun. Atau, bisa pula karena kucing terkena sisa racun tikus yang berceceran di lantai dan menempel pada bulunya. Saat kucing membersihkan bulu dengan menjilatnya, saat itulah racun masuk ke mulut dan membahayakan nyawanya. Jika anda curiga kucing anda mengkonsumsi racun tikus, segera bawa ke dokter hewan terdekat dari lokasi anda.


Selain beberapa hal di atas, produk pembersih rumah tangga dan minyak esensial juga membahayakan kucing Anda. Meski diklaim berasal dari bahan alami, ada kandungan fenol dari beberapa konsentrat tanaman yang tak cocok untuk kucing. Bagikan informasi tentang bahan berbahaya bagi kucing ini agar lebih banyak nyawa terselamatkan.

33 views0 comments