Cara Budidaya Ulat Hongkong Anti Gagal Bagi Pemula


foto oleh detik.com


Ulat hongkong merupakan salah satu hewan yang dibudidayakan dengan keuntungan yang tinggi. Sebab, kebutuhan akan ulat jenis ini masih sangat tinggi. Para peternak burung kicauan pasti memilih hewan ini untuk diberikan sebagai pakan yang bergizi. Tidak hanya peternak burung kicauan saja, bahkan peternak ikan juga membutuhkannya. Untuk itulah masih banyak yang melakukan budidaya ulat hongkong tersebut.

Usaha budidaya ulat hongkong bahkan bisa dibilang tidak terlalu terpengaruh oleh pandemic Covid-19. Bapak Yudha, salah satu peternak ulat hongkong di daerah Yogyakarta, menyebutkan bahwa selama pandemi Covid-19 usahanya mengalami peningkatan omzet sebesar 50%. Hal ini terungkap saat admin menghubungi beliau melalui telepon.

Bagi anda yang ingin mencoba untuk mengembangkan usaha jual beli ulat hongkong, tentu harus tau cara budidaya ulat hongkong yang benar. Jika tidak maka hanya akan menimbulkan kegagalan yang berujung kepada kerugian. Pasri, tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi, bukan? Untuk itu, kenali cara anti gagal di bawah ini terlebih dahulu.


Tahapan Persiapan Cara Budidaya Ulat Hongkong

Yang pertama, anda harus mengetahui apa saja persiapan yang perlu dikumpulkan sebelum memulai budidaya hewan ini. Beberapa tahapan yang harus dipersiapkan adalah:

Siapkan kandang hewan ini. Usahakan kandang tersebut nantinya berada didalam ruangan.

Buatlah rak dari kayu yang tahan dan tidak mudah lapuk agar bisa digunakan dalam waktu yang panjang. Usahakan membuat banyak tingkatan agar nantinya tidak memakan banyak lahan.

Setiap tingkatan harus dibuat nampan agar bisa menampung hewan tersebut. Nampan ini biasa terbuat dari kayu maupun triplek.

Setelah persiapan kandang selesai, maka anda tinggal membeli atau menyiapkan indukan dari hewan tersebut.

Pemilihan indukan ini sangat penting karena berperan terhadap keberhasilan budidaya hewan tersebut. Maka pilihlah indukan dengan berat dibawah 2 Kg.

Pastikan anda mengetahui kapan waktu indukan hewan ini akan berubah menjadi kepompong. Biasanya proses ini berlangsung dari seminggu hingga 10 hari.

Usahakan anda sudah menyiapkan nampan terpisah agar bisa menjadi wadah kepompong yang akan diambil tiga hari sekali.

Di dalam waktu 10 hari selanjutnya maka akan muncul kumbang dari kepompong tersebut, pisahkan lagi kedalam wadah yang sudah dilapisi dengan kapas untuk tempat melekatnya telur kumbang tersebut.

Setelah nampan berisi telur kumbang diambil, maka pisahkan untuk melakukan pembibitan. Biasanya butuh waktu sekitar 10 hari agar telur menetas. Tapi jangan langsung diambil, hewan tersebut membutuhkan waktu sekitar sebulan baru bisa dipisah dari kapas tersebut.


Proses Perawatan Bibit

Tahapan cara budidaya ulat hongkong selanjutnya adalah perawatan serta pemberian makan. Untuk langkah-langkahnya adalah:

Perhatikan suhu kandang agar perkembangan bibit bisa terjadi secara optimal. Setidaknya harus berada di suhu 29 hingga 30 derajat Celcius.

Untuk jenis pakan juga tidak bisa sembarangan. Pakan yang disarankan adalah : ampas tahu, selada, apel, labu, dedak (bekatul) atau polar. Pengelolaan pakan ini amat penting karena sangat mempengaruhi tingkat keuntungan bisnis ini. Cara yang terbaik adalah mencari bahan baku yang murah namun memiliki kualitas yang baik.

Usahakan pakan tersedia dalam jumlah yang cukup. Jika tidak hewan ini akan memangsa temannya yang lebih kecil jika tidak tersedia pakan yang memadai.


Persiapan Panen

Langkah terakhir untuk budidaya hewan ini adalah tahapan panen, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

Panen biasanya dimulai semenjak 50 hari setelah perawatan bibit.

Kulit ulat hongkong harus benar-benar diperhatikan. Ada banyak indikasi permasalahan yang bisa dilihat dari warna kulitnya.

Jika kulitnya berwarna kuning kehitaman maka jangan memberikan pakan yang mengandung banyak daun atau sayuran.

Jika banyak hewan yang mati dan kulitnya berwarna merah maka anda terlalu banyak memberikan makanan yang tidak kering dan tidak bersih. Ini penyakit mematikan yang menular bagi hewan tersebut.

Namun, jika banyak yang mati dengan kulit yang menghitam maka ini indikasi pakan yang pemberiannya disebar. Seharusnya saat masih berbentuk bibit, pakan yang diberikan harus digumpalkan.

Inilah tips budidaya ulat hongkong yang tepat dan anti gagal. Anda bisa mencobanya sendiri atau ada bisa juga bermitra/Kerjasama dengan peternak yang sudah menggeluti usaha ini sejak lama. Contoh dari pengusaha ulat hongkong tersebut adalah Bintang Jaya Ulat yang mempunyai sistem kemitraan baik sebagai peternak, pemodal maupun pengepul hasil ternak ulat hongkong.


Nah, Anda bisa mencoba sendiri atau bekerja sama dengan ahlinya. Selamat mencoba.

 

Address

Indonesia

Follow

  • Twitter
  • Instagram

Blog Dokter Hewan untuk berbagi cara merawat hewan dan tips memelihara hewan
©2020 by kawanhewan.