top of page

10 Hal yang harus Anda Tahu tentang Feline Asthma

  • admin
  • 2 days ago
  • 5 min read
Tabby cat sniffing a nebulizer mask held by a hand against a plain light background, suggesting a calm medical treatment.
foto oleh penulis

Pernah melihat kucing tiba-tiba batuk, seperti ingin mengeluarkan sesuatu dari tenggorokannya, atau bernapas dengan suara yang terdengar berbeda? 

Banyak orang mengira kucing sedang tersedak atau sekadar mengalami hairball. Padahal, pada beberapa kasus, masalah pernapasan seperti feline asthma atau asma pada kucing juga bisa menjadi penyebabnya.

Feline asthma merupakan gangguan pada saluran pernapasan bagian bawah kucing yang berkaitan dengan peradangan dan penyempitan saluran udara. Kondisi ini cukup dikenal dalam dunia kedokteran hewan dan dapat berlangsung dalam jangka panjang. Cornell University College of Veterinary Medicine memperkirakan feline asthma dapat memengaruhi sekitar 1–5% populasi kucing. Lalu, apa saja yang perlu diketahui pemilik kucing? Berikut 10 hal pentingnya.


1. Feline asthma bukan sekadar "kucing sedang batuk"

Salah satu hal yang membuat feline asthma cukup tricky adalah gejalanya bisa terlihat sederhana.

Kucing dapat mengalami batuk atau seperti sedang berusaha mengeluarkan sesuatu dari tenggorokan. Selain itu, beberapa kucing dapat menunjukkan napas yang lebih cepat, mengi, atau terlihat bekerja lebih keras saat bernapas.

Dalam kondisi tertentu, kucing bahkan dapat mengambil posisi tubuh yang khas: tubuh sedikit merunduk, leher menjulur ke depan, dan bernapas dengan lebih sulit. Gejalanya bisa berbeda-beda antara satu kucing dan lainnya.


2. Batuk pada kucing jangan selalu dianggap hairball

Ini mungkin salah satu hal paling penting bagi cat owner.

Kucing memang bisa mengalami hairball, tetapi tidak semua episode batuk berarti kucing sedang mencoba mengeluarkan bola rambut. Batuk yang berulang, terutama jika disertai suara napas yang berbeda atau kesulitan bernapas, sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai hairball.

Masalahnya, beberapa gangguan pernapasan lain juga dapat menimbulkan gejala yang mirip. Karena itu, memperhatikan pola batuk dan perubahan perilaku kucing bisa sangat membantu ketika nantinya perlu berkonsultasi dengan dokter hewan.


3. Feline asthma berkaitan dengan reaksi berlebihan pada saluran pernapasan

Secara sederhana, feline asthma dapat dipahami sebagai kondisi ketika saluran pernapasan kucing mengalami peradangan dan menjadi lebih sensitif terhadap pemicu tertentu.

Ketika terjadi reaksi tersebut, saluran udara dapat menyempit dan produksi lendir dapat meningkat. Akibatnya, udara menjadi lebih sulit keluar-masuk paru-paru.

Istilahnya memang terdengar cukup ilmiah, tetapi sederhananya: saluran napas yang seharusnya menjadi "jalan" udara menjadi lebih sempit dan teriritasi.


4. Ada banyak hal di lingkungan rumah yang perlu diperhatikan

Pemicu feline asthma tidak selalu mudah diketahui. Namun, beberapa hal di lingkungan dapat berhubungan dengan masalah saluran pernapasan pada kucing. Contohnya antara lain asap rokok atau vape, debu, pasir kucing yang berdebu, parfum, pengharum ruangan, lilin aromaterapi, asap perapian, hingga beberapa produk pembersih rumah tangga. Pollen, jamur, dan debu rumah juga dapat menjadi perhatian.

Selain itu, debu vulkanis dan juga asap dari kebakaran hutan (karhutla) juga dapat memicu serangan asma dan juga gangguan pernafasan kucing. Hal ini diakibatkan oleh kandungan dari debu/asap tersebut dan ukurannya yang seringkali masuk dalam PM 2.5.

Bukan berarti semua kucing akan bereaksi terhadap semua hal tersebut. Namun, menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan meminimalkan paparan asap atau bahan beraroma kuat merupakan langkah yang masuk akal untuk menjaga kualitas udara di sekitar kucing.

Selain mengetahui kemungkinan pemicu, lingkungan tempat kucing tinggal juga layak diperhatikan. Mengurangi paparan terhadap asap rokok, pengharum ruangan, lilin beraroma, debu, pasir kucing yang terlalu berdebu, dan produk pembersih dengan aroma kuat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi kucing.


5. Feline asthma tidak hanya terjadi pada satu jenis kucing

Feline asthma dapat terjadi pada berbagai kucing. Tidak ada bukti kuat bahwa hanya jenis kelamin tertentu yang lebih rentan.

Beberapa sumber juga menyebutkan adanya kemungkinan kecenderungan pada kucing Siamese, meskipun faktor ras bukan berarti seekor kucing pasti akan mengalami asthma.

Jadi, baik kucing domestik maupun ras tertentu tetap perlu diperhatikan jika menunjukkan perubahan pada pola pernapasannya.


6. Diagnosisnya tidak cukup hanya dengan melihat gejala

Ini alasan mengapa pemilik sebaiknya tidak mencoba menyimpulkan sendiri bahwa kucingnya mengalami asthma hanya karena batuk atau mengi.

Menurut Vet Education, feline asthma tidak dapat dipastikan hanya dengan satu pemeriksaan. Dokter hewan dapat mempertimbangkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, pencitraan seperti X-ray, dan pemeriksaan lainnya sesuai kondisi kucing.

Pasalnya, beberapa kondisi lain—termasuk infeksi, parasit tertentu, atau gangguan paru lainnya—dapat menimbulkan gejala yang mirip.


7. X-ray bisa membantu, tetapi hasilnya tidak selalu "hitam putih"

Pemeriksaan X-ray dada sering digunakan ketika dokter hewan mencurigai adanya masalah pada paru-paru atau saluran pernapasan.

Namun, menariknya, hasil X-ray pada kucing dengan feline asthma tidak selalu menunjukkan gambaran yang jelas. Vet Education mencatat bahwa sebagian kucing yang mengalami asthma dapat memiliki hasil radiografi yang tampak normal.

Artinya, diagnosis bukan sekadar melihat satu foto lalu langsung menentukan penyakitnya. Dokter hewan biasanya perlu melihat keseluruhan informasi yang tersedia.


8. Feline asthma umumnya dikelola, bukan "sembuh sekali lalu selesai"

Feline asthma dikenal sebagai kondisi yang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Dengan penanganan yang tepat, kucing dapat tetap menjalani kehidupan yang nyaman, tetapi kondisi ini membutuhkan pemantauan.

Dalam pengelolaannya, dokter hewan dapat menggunakan obat untuk membantu mengurangi peradangan pada saluran napas. Obat golongan kortikosteroid, termasuk yang diberikan melalui inhalasi, merupakan salah satu pilihan yang digunakan untuk pengelolaan jangka panjang. Bronkodilator juga dapat digunakan dalam kondisi tertentu untuk membantu membuka saluran udara.

Jenis obat, dosis, dan cara pemberiannya tentu bukan sesuatu yang sebaiknya dicoba sendiri di rumah.


9. Kesulitan bernapas adalah tanda yang tidak boleh ditunggu

Ini bagian yang paling penting.

Jika kucing terlihat kesulitan bernapas, bernapas dengan mulut terbuka, terlihat sangat lemah, atau mengalami gangguan napas yang semakin berat, jangan mencoba menanganinya sendiri dengan obat manusia atau "obat yang pernah diberikan sebelumnya".

Kesulitan bernapas pada kucing dapat disebabkan oleh banyak kondisi, bukan hanya asthma. Cornell University menekankan bahwa kucing yang mengalami gangguan pernapasan membutuhkan perhatian dokter hewan segera karena kondisi tersebut dapat menjadi serius.

Jadi, daripada sibuk menebak apakah itu asthma, hairball, atau masalah lainnya, lebih baik segera mencari bantuan profesional ketika kucing terlihat benar-benar kesulitan bernapas.


  1. Kenali Polanya, Bukan Mendiagnosis Sendiri

Feline asthma mungkin terdengar seperti penyakit yang rumit, tetapi sebagai pemilik kucing, kita tidak perlu memahami seluruh istilah medisnya untuk bisa lebih peduli terhadap kondisi mereka.

Hal yang paling berguna adalah mengenali perubahan: apakah kucing mulai sering batuk, napasnya terdengar berbeda, lebih cepat lelah, atau menunjukkan kesulitan bernapas. 

Perhatikan juga lingkungan rumah dan kemungkinan paparan terhadap asap, debu, parfum, atau bahan lain yang dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Merawat hewan peliharaan juga pada akhirnya menjadi bagian dari kebiasaan baik dalam keluarga. Cara kita memperhatikan kesehatan, kenyamanan, dan kebutuhan hewan di rumah bisa menjadi bagian dari family legacy alias nilai kepedulian terhadap makhluk hidup yang terus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dan yang tidak kalah penting, batuk berulang bukan sesuatu yang sebaiknya selalu dianggap sebagai hairball.

Artikel ini ditujukan sebagai informasi umum bagi pemilik kucing, bukan sebagai pengganti pemeriksaan atau diagnosis dari dokter hewan.

Jika ada perubahan pada pernapasan kucing, terutama jika terlihat kesulitan bernapas, pemeriksaan profesional tetap menjadi langkah yang paling aman.

–

Penulis:

Arumka, Digital Marketing Specialist at VideosID


Comments


Post: Blog2 Post

Indonesia

  • Twitter
  • Instagram
  • Facebook

Klinik Hewan & Pet Shop Gresik | Kawan Hewan
©2026 by kawanhewan.

bottom of page