• admin

Kucing Siam, kucing unik asal Thailand


foto oleh unsplash


Apakah Anda pernah berpikir untuk memelihara kucing yang unik atau anti mainstream? Kalau Anda ingin memelihara kucing yang unik, Anda bisa mencoba memelihara ras kucing yang asli dari Asia yaitu Kucing Siam.

Kucing Siam merupakan kucing yang berasal dari negara Siam yang sekarang disebut dengan Thailand. Mereka sudah dikenal sejak lama dari catatan sejarah, namun keberadaanya baru lebih dikenal di barat pada akhir abad ke-19 ketika mereka dipertunjukkan pada pertunjukkan kucing Crystal Palace di London. Awalnya ras kucing ini dijadikan hadiah untuk duta besar Britania Raya di Thailand.

Kucing Siam sendiri adalah salah satu ras kucing pertama yang telah diakui sebagai kucing berjenis oriental. Ras kucing ini merupakan kucing keturunan galur murni. Kucing ini juga merupakan salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia yang memiliki julukan umum Meezer.

Semua kucing siam (Siamese Cat) memiliki bulu perpaduan coklat kehitaman dengan putih pucat. Wajahnya bisa merata warna coklat kehitaman. Kucing ini dapat dikenali dari bulunya sebagai penanda yang ada di kakinya, ekornya, ataupun wajahnya yang berwarna ungu, biru, lynx, merah, atau cokelat tua. Kucing ini mirip dengan kucing bali namun badannya lebih besar

Jenis Kucing Siam

1. Tradisional

Jenis Kucing Siam tradisional merupakan jenis kucing siam yang berukuran paling besar di antara jenis kucing siam lainnya. Ciri fisik dari kucing siam tradisional adalah kepala dan tubuhnya yang berbentuk bulat, serta tulang yang berat. Kucing siam jenis ini mirip dengan siam applehead

2. Klasik

Siam klasik merupakan jenis kucing siam yang memiliki penampilan mirip dengan jenis tradisional. Namun walaupun ukurannya tubuhnya lebih kecil, siam tradisional yang memiliki ekor dan kaki yang lebih panjang, serta penampilannya lebih memanjang jika dibandingkan dengan kucing siam tradisional.

Hewan ini juga memiliki bentuk wajah yang lebih hampir sama dengan bentuk segitiga disertai cekungan kecil dihidungnya. Jenis kucing ini terkenal memiliki sedikit masalah dalam kesehatannya.

3. Modern

Siam modern merupakan kucing siam yang telah direkayasa secara genetik. Kucing siam modern ini merupakan hasil perkawinan antara jenis siam tradisional dengan siam klasik.

Siam modern juga memiliki tubuh yang ramping, hidung yang panjang, dan telinga yang besar dan runcing. Jenis ini merupakan jenis yang paling kecil. Kucing siam jenis ini harapan hidupnya hanya 2 sampai 5 tahun.

4. Applehead

Jenis kucing siam satu ini dinamakan Applehead karena bentuk kepalanya yang mirip dengan buah apel. Nama tersebut adalah diusulkan oleh The Traditional Cat Association. Jika diperhatikan jenis applehead ini mirip dengan jenis siam tradisional, perbedaanya terlihat jelas pada bentuk kepalanya. Untuk bentuk tubuh dari siam applehead memiliki bentuk gempal dan berotot.

Kucing siam applehead asli adalah salah jenis yang di import dari Thailand. Pada saat ini banyak beredar kucing siam applehead yang merupakan hasil dari perkawinan silang dengan shorthair sehingga posturnya lebih ramping dengan wajah yang bulat serta memiliki tubuh yang lebih pendek.


Karakteristik

Kucing siam memiliki kalau pola dan warna bulunya sama (homogen). Bulu pada area wajahnya berwarna lebih gelap dibanding dengan bulu badannya. Hal ini menyebabkan penampilanya yang kelihatan kontras banget. Bulunya juga tidak panjang. Kucing ini memiliki keunikan yaitu semakin menua, warna bulunya jadi semakin tajam.

Mata kucing siam biasanya memiliki pupil berwarna biru pucat dan lebar. Warna ini dipadukan dengan wajahnya yang gelap menjadikan hewan ini terlihat lebih eksotis. Hal ini menyebabkan kucing siam termasuk salah satu ras yang sering dikawinkan dengan ras lain untuk mendapatkan keturunan yang unik.


Kepribadian

Kucing siam memiliki sifat mirip dengan kucing anggora. Kucing ini cerdas, punya rasa ingin tahu yang tinggi, lincah, aktif dan suka bermain. Tak hanya itu lho, Ia gampang banget buat beradaptasi jadi kalau Anda punya hewan peliharaan lain di rumah, si Siam yang unik ini bisa berteman dengannya. Kucing ini juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kucing siam adalah hewan yang bersifat social.

Perlu Anda ketahui, ia tidak suka ditinggal sendirian di rumah. Ya karena kepribadiannya yang energik dan suka bermain tadi makanya ia lebih suka diperhatikan. Jadi Anda sering merasa sering sendiri di rumah dan butuh teman bermain, mungkin ini kucing yang tepat buat Anda.

Kucing siam merupakan juga kucing yang keras kepala. Jika keinginannya tidak segera Anda penuhi, maka kucing akan mengeong dengan sangat keras. Untuk itu, bagi Anda yang ingin memelihara kucing siam, diharapkan untuk tidak sering keluar rumah dan lebih memperhatikan kucing siam Anda.


Cara Merawat Kucing Siam

masalah kesehatan pada kucing ini yang sering terjadi diantaranya adalah ginjal, jantung, hernia, ekor tertekuk, dan mata menjadi juling. Umur kucing siam cukup panjang karena umumnya bisa mencapai 13 tahun Bahkan, jika dirawat dengan baik dan diberi pakan yang bergizi, umur kucing ini mungkin bisa mencapai 17-20 tahun. Agar kucing siam tetap sehat, Anda bisa merawat kucing siam dengan baik dengan cara berikut:

1. Memberi Makan Secara Teratur

Hampir sama dengan perawatan kucing ras lainnya, merawat kucing siam juga diperlukan ketelatenan terutama untuk asupan nutrisi kucing. Anda bisa membeli makanan kering atau kaleng yang sudah disesuaikan dengan usia kucing Anda. Selain itu, Anda juga bisa membuat makanan sendiri dengan memberikan daging atau ikan yang sudah dimasak.

Pemberian makanan sehat menjadi salah satu hal yang penting agar kucing dapat nutrisi yang diperlukan dalam pertumbuhannya. Anda bisa memberikan makanan sebanyak 3 kali sehari untuk kucing dewasa dan 4 kali sehari untuk ana kucing. Pemberian makanan secara teratur akan mencegah kucing mencari makanan sendiri yang akan berisiko pada kesehatannya.

Selain makanan, minuman untuk kucing juga harus selalu tersedia. Anda bisa meletakkan tempat minum di dekat tempat makan agar kucing dengan mudah dapat menemukan tempat minumnya. Selain itu usahakan untuk tidak memindah tempat minum untuk mempermudah kucing minum saat haus.

2. Menjaga Kebersihan Badan

Meskipun jenis kucing siam (siamese) merupakan jenis kucing berbulu pendek, Anda tetap harus menjaga kebersihan bulu kucing agar kucing tidak gampang terserang penyakit. Rutin menyisir bulu kucing untuk memisahkan bulu yang sudah mati atau rontok. Jika diperlukan, berikan obat kutu juga agar bulu kucing terhindar dari kutu kucing. Harga kucing siam juga sangat dipengaruhi oleh bulunya. Jadi pastikan merawat bulunya dengan baik.

Anda bisa memandikan kucing secara teratur agar bulu kucing bersih dan terhindar dari kutu kucing ataupun jamur. Berikan shampo khusus bulu agar bulu kucing bersih dan warna unik dari bulunya tetap terlihat. Menggosok gigi kucing seminggu sekali atau bahkan jika anda memiliki waktu luang maka anda dapat menggosok giginya setiap hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah pembengkakan gusi kucing.

Selain memandikan kucing, membersihkan telinga ataupun menggunting kuku kucing bisa Anda lakukan secara rutin. Hal ini dikarenakan kedua bagian tubuh tersebut menjadi sarang parasit yang dapat mengganggu kesehatan kucing siam Anda.

Anda bisa membersihkan telinga kucing menggunakan cotton bud yang sudah dibasahi. Selain untuk membersihkan telinga agar tidak kotor, telinga yang bersih akan menjauhkannya dari risiko kutu telinga.

3. Menjaga Kebersihan Bak Kotoran

Selain tubuh kucing siam yang harus dijaga kebersihannya, bak kotoran kucing juga harus rutin Anda bersihkan terutama setelah kucing buang air besar. Anda bisa membuang kotoran kucing dengan menggunakan serokan khusus agar tangan Anda tidak bau. Selain itu, pasir kotoran juga harus sering Anda bersihkan agar tidak bau dan mencemari udara di sekitar kandang.

Baca juga: Cara Mengajarkan Kucing Buang Air Besar Pada Tempatnya

4. Vaksinasi

Agar kesehatan kucing tetap terjaga, Anda bisa membawa kucing siam ke dokter hewan terdekat untuk disuntik vaksin. Vaksinasi akan melindungi kucing dari ancaman penyakit tertentu. Selain itu, dengan vaksinasi akan memperkuat daya tahan tubuh kucing, sehingga kucing tidak mudah terserang penyakit.

29 views0 comments