Mengenal Penyakit Akibat Hewan Peliharaan yang Perlu Diketahui


foto oleh unsplash


Saat ini, penyakit akibat hewan peliharaan sangat sering terjadi karena banyak hal. Umumnya karena pemilik tidak memperhatikan kondisi hewan miliknya, apakah masih sehat atau tidak. Secara tidak sengaja menyentuhnya dan pada saat yang bersamaan hewan peliharaan tersebut dalam kondisi tidak sehat.

Biasanya bakteri atau virus seperti ini disebut sebagai zoonosis, atau penyakit hewan yang bisa menular kepada manusia. Karena itu tidak jarang ada pemilik yang tertular penyakit oleh kucing atau anjing miliknya. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih banyak orang menganggap remeh bahwa merawat hewan itu penting.

Sebenarnya ada banyak sekali penyakit yang ditimbulkan karena interaksi dengan kucing atau anjing. Biasanya hal tersebut terjadi karena bagian tubuh hewan terdapat bakteri penyebab penyakit yang membuatnya terkena alergi. Namun apa saja penyakit yang sering terjadi kepada pemilik kucing atau anjing? Berikut penjelasannya.


Kudis atau Scabies yang Disebabkan oleh Adanya Jamur

Penyakit akibat hewan peliharaan yang sering terjadi adalah penyakit kudis. Penyakit ini pada dasarnya disebabkan karena ada jamur ketika bersentuhan dengan beberapa hewan. Biasanya beberapa jenis hewan seperti marmut, anjing, dan kucing adalah yang menularkannya. Karena itu segera cuci tangan setelah menyentuh jenis-jenis hewan tersebut.

Penyakit ini menyerang kulit dan akan menimbulkan seperti kerak merah bundar di beberapa bagian tubuh. bagian kulit berkerak akan terasa gatal sepanjang waktu karena telah ada jamur yang tumbuh. Ketika melakukan pemeriksaan ke dokter dan mengetahui hewan peliharaan terkena scubies, maka sebaiknya dipisahkan dengan lainya.


Ringworm yang Disebabkan oleh Spora atau Jamur

Penyakit akibat hewan peliharaan ini disebabkan karena ada spora atau jamur yang menempel pada kulit. Gejalanya hampir sama dengan kudis maupun kurap karena akan ada bintik merah pada kulit. Selain itu, pada bintik-bintik ini akan menyebabkan rasa gatal jika tidak segera diobati dengan obat khusus.

Biasanya ringworm ditularkan oleh anjing atau kucing yang terjangkit jamur tersebut. untuk mencegahnya maka pemilik harus rutin membersihkan alas tidur hewan peliharaan. Meletakan di tempat panas supaya tidak lembab adalah salah satu cara membunuh jamur. Selain itu juga bisa dengan memberikan perawatan menggunakan shampo khusus.


Toksoplasmosis yang Terjadi Karena Kotoran Kucing yang Tidak Segera Dibuang

Penyakit akibat hewan peliharaan ini biasanya terjadi karena kotoran kucing yang tidak segera dibuang. Protozoa Taxoplasma gondii adalah yang menyebabkan adanya penyakit tersebut. Protozoa ini berkembang biak di tubuh kucing sebagai inang dan sering terdapat di kotoran ketika kandang jarang dibersihkan.

Pada laki-laki dewasa gejalanya tidak terlalu nampak dan hanya akan menyebabkan kelelahan, demam, hingga sakit tenggorokan. Namun bagi ibu hamil dampaknya jauh lebih bahaya. Toksoplasmosis bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga bayi mengalami kebutaan karena adanya gangguan dari protozoa.


Infeksi Rabies yang Akan Terasa Setelah 4 Minggu

Gigitan anjing bisa menyebabkan gejala rabies dan umumnya akan terasa setelah 4 minggu terkena gigitan. Ketika anjing menggigit jelas rasa sakitnya lebih terasa karena giginya lebih panjang dan tajam. Penderita rabies akan merasakan beberapa gejala seperti demam, kelelahan, hingga sakit kepala yang cukup berat.

Sebenarnya bukan hanya anjing yang bisa menularkan rabies kepada manusia. Hanya saja hewan ini yang sering terkontaminasi dengan virus rabies sehingga sering menularkan. Ketika digigit oleh anjing yang memiliki virus tersebut, hewan lain bisa tertular dan terus menularkan ke sesamanya melalui gigitan. Rabies juga dapat menular dari kucing.


Demi mencegah para pemilik hewan peliharaan terkena penyakit, jelas harus ada pengetahuan dasar. Setidaknya informasi ini bisa bermanfaat dan bisa dibagikan. Dengan cara seperti ini makan setiap orang tahu apa saja penyakit akibat hewan peliharaan yang sering dialami banyak orang.