5 Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir yang Ditinggal Induknya


foto oleh unsplash


Anda pecinta kucing? Tentunya sangat tidak tega bukan kalau melihat kucing yang baru lahir ditinggal induknya. Bisa jadi karena ancaman keselamatan kucing dari terkaman induknya sendiri Anda harus memelihara kucing tersebut tanpa induknya. Masalahnya, bagaimana sih cara merawat anak kucing yang baru lahir tanpa didampingi induknya?


1.Posisikan di Tempat yang Hangat

Bila kucing masih memiliki induk, anak kucing saat baru dilahirkan biasanya akan selalu berada di bawah pelukan induknya untuk menghangatkan tubuh. Nah, bagaimana kalau induknya tidak ada? Anda bisa memakai peralatan sederhana untuk menghangatkannya, baik yang dibeli maupun dibuat sendiri.

Bantal pemanas biasanya dijual di toko peralatan kucing dan dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh kucing. Namun, pastikan tubuh anak kucing tidak langsung menyentuh bantal tersebut. Perlu dialasi dengan bahan yang sedikit tebal seperti handuk agar tidak terlalu panas.

Bisa juga penghangat buatan dengan menggunakan botol yang diisi air panas lalu dibalut dengan handuk untuk tempat tidur kucing.


2. Memberi Makan Anak Kucing

Hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah memilih makanan untuk kucing yang masih bayi. Sama seperti bayi manusia, Anda membutuhkan susu tanpa gula dan laktosa untuk bayi kucing. Mengapa demikian? Gula dan laktosa akan membuat bayi kucing sakit perut dan mengalami diare. Susu untuk kucing ini bisa Anda beli di toko makanan kucing. Sama seperti bayi manusia, pada usia bayi kucing hanya membutuhkan asupan susu untuk nutrisinya. Anda dapat mulai memberikan makanan padat setelah anak kucing mulai tumbuh gigi. Pertumbuhan gigi merupakan penanda alamiah perubahan makanan ini.

Baca juga : Sayang Kucing? Waspadai Bahan-Bahan Berbahaya bagi Kucing Berikut Ini

3. Membersihkan Kotoran Kucing

Bayi kucing belum bisa membersihkan kotorannya sendiri. Biasanya cara membersihkannya adalah dengan menjilatinya. Induknyalah yang biasa melakukan hal ini. Nah, tugas Anda adalah membersihkan kotoran bayi kucing menggunakan alat yang steril dan pastikan juga Anda menggunakan sarung tangan dalam melakukannya.

Anda bisa menggunakan tisu basah untuk membersihkan kotoran kucing dari tubuhnya. Urine kucing umumnya tidak berbau dan memiliki warna kuning. Bila aromanya menjadi tajam kemungkinan kucing membutuhkan perawatan medis. Kondisi ini bisa mengindikasikan ciri-ciri kucing sakit. Biasanya mengalami dehidrasi.


4. Alas Tidur yang Lembut

Tahukah Anda apa beda kain dengan tubuh induk kucing yang biasa menjadi tempat kucing berlindung dan bersembunyi? Ya, tubuh induk kucing bagi anaknya terasa lebih lembut dan empuk. Saat induknya tidak ada, maka Anda perlu membuatkan tempat tidur yang terbuat dari bahan yang lembut. Tubuh bayi kucing yang masih agak lunak membutuhkan alas yang lebih lembut dan hangat.

Cara merawat bayi kucing ini penting Anda perhatikan agar kucing tidak mati karena suhu yang dingin di tubuhnya.


5. Mengumpulkan Anak Kucing pada Satu Tempat

Anak kucing yang Anda temukan tanpa induk tersebut mungkin saja tidak sendirian, ada beberapa ekor yang bernasib sama. Nah, usahakan menyatukannya pada satu tempat agar tubuh kucing-kucing tersebut bertemu untuk menciptakan suasana yang lebih hangat. Selain itu, Anda juga bisa lebih mudah memantau keamanannya.


Bila Anda menemukan masalah kesehatan yang serius pada bayi kucing, jangan sungkan segera mencari perawatan medis kucing ke dokter hewan terdekat ya. Cara merawat anak kucing memang membutuhkan ketelatenan dan kehati-hatian, sama halnya dengan bayi baru lahir.

Bagikan informasi artikel ini ke rekan Anda pecinta kucing. Sayangi dan peliharalah kucing seperti halnya Anda menjaga manusia.

Baca juga : 7 Cara Merawat Kucing Baru Adopsi Supaya Tidak Stress dan Cepat Akrab
 

Address

Indonesia

Follow

  • Twitter
  • Instagram

Blog Dokter Hewan untuk berbagi cara merawat hewan dan tips memelihara hewan
©2020 by kawanhewan.