Memahami Habitat Alami Kura-Kura dan Kebiasaan Uniknya



Habitat alami kura-kura pada dasarnya berbeda-beda, bergantung pada jenisnya. Binatang yang masuk kategori reptil ini bisa hidup di gurun, hutan, rawa, padang rumput, sungai, hingga laut. Karena belakangan ini kura-kura menjadi satu dari sekian jenis reptil yang dijadikan hewan peliharaan, ada baiknya untuk mengetahui habitat alaminya.

Tak hanya punya keunikan berupa tempurung yang berfungsi sebagai rumah dan umur panjang yang dimiliki, kura-kura juga masuk hewan unik yang bisa hidup di darat maupun air. Atau, dalam dunia keilmuan hal ini dinamakan dengan istilah hewan amfibi.

Salah satu kura-kura yang paling banyak dipelihara saat ini berasal dari kelas kura-kura Brazil. Walaupun ada beberapa kalangan yang memilih memelihara kura-kura jenis lain. Untuk lebih memahami habitat yang pas untuk tumbuh kembang kura-kura dan berbagai kebiasan uniknya, simak uraian singkat berikut.


Mengenali Habitat Alami Kura-Kura

Kura-kura tercatat memiliki perkembangan evolusi yang cukup panjang. Fosilnya ditemukan sekitar 210 juta tahun silam di Masa Trias dengan bentuk menyerupai kura-kura saat ini. Makhluk purba ini bahkan diperkirakan telah berkembang sejaman lebih tua ketimbang dinosaurus. Soal habitat hidupnya, kura-kura punya preferensi yang berbeda.

1. Darat

kura-kura yang bisa hidup di darat umumnya berasal dari jenis kura-kura padang pasir atau jenis kura-kura desert tortoise. Habitat darat yang dimaksud meliputi padang rumput, stepa, hingga gurun pasir.

2. Semi Akuatik

Kura-kura amfibi bisa hidup di 2 alam, yakni habitat alami kura-kura berupa darat dan air. Umumnya kura-kura amfibi ini berasal dari kategori Coura Amboinesis atau lebih dikenal dengan sebutan kura-kura Ambon. Begitu pula kura-kura Brazil yang bisa hidup di kisaran suhu 20-28 derajat Celcius.

3. Akuatik

Beberapa kura-kura memiliki habitat alami di air, entah air tawar maupun laut. Di Indonesia sendiri, jenis yang paling banyak ditemukan adalah kura-kura air tawar yang memiliki ciri khusus adanya selaput kaki dan jari untuk berenang. Kura-kura yang memiliki habitat di laut lebih tepat disebut sebagai penyu dalam kaidah Bahasa Indonesia.


Kebiasaan Unik dari Kura-Kura

Habitat alami kura-kura dan asal-usulnya ternyata memiliki pengaruh yang besar akan jenis makanan untuk dikonsumsi. Rata-rata kura-kura akuatik masuk dalam kategori hewan pemakan daging atau omnivora. Sementara jenis semi akuatik dan darat terdiri atas sebagian omnivora dan herbivora. Kebiasaan unik kura-kura antara lain;

1. Kura-kura tak memiliki gigi tajam layaknya hiu ataupun piranha. Sebagai gantinya, di dalam moncong kura-kura ada bagian tulang keras yang bisa berfungsi sebagai pemotong daging.

2. Kura-kura memiliki sistem reproduksi dengan cara ovipar alias bertelur. Dalam sekali bertelur, ia bisa menghasilkan ratusan telur sekaligus.

3. Kura-kura melindungi diri dengan menyembunyikan kepala dan seluruh bagian tubuhnya ke dalam tempurung lantaran gerakannya lambat dan tak punya kemampuan berlari di habitat alami kura-kura.

4. Jenis kelamin kura-kura sangat dipengaruhi oleh besaran suhu lingkungan tempat telur ditetaskan. Suhu tinggi menghasilkan kura-kura betina. Sementara suhu rendah menghasilkan kura-kura berkelamin jantan.

5. Kura-kura terbesar berasal dari jenis Aldabra yang bisa memiliki ukuran tubuh beserta tempurung kehitaman miliknya hingga mencapai 1,5 m.

6. Kura-kura terkecil berasal dari jenis kura-kura lumpur Vallarta yang ukuran tubuhnya tak bisa lebih dari 4 inchi (sekitar 10 cm).

Baca juga : Simak! Tips Memelihara Kura-Kura yang Mudah dan Sederhana

Kura-kura memiliki banyak keunikan untuk dipelihara di rumah. Jika Anda berniat memeliharanya sebagai hewan peliharaan, pastikan menyimpan nomor dokter hewan terdekat agar bisa dihubungi sewaktu-waktu jika terjadi masalah. Untuk membantu orang lain menemukan kura-kura yang pas kriterianya, bagikan informasi soal habitat alami kura-kura ini di sosial media Anda.

9 views0 comments