top of page
  • admin

Kucing Gigit Ekornya Sendiri, Normalkah Perilaku Tersebut? Simak Berikut Penjelasannya!


foto oleh unsplash


Tak bisa dipungkiri bahwa kucing merupakan salah satu hewan yang banyak dijadikan sebagai peliharaan. Salah satu yang menjadi alasan mengapa hewan ini banyak dipelihara yaitu karena bisa menjalin hubungan baik dengan manusia serta tingkahnya yang sangat menggemaskan. Tingkah laku kucing terkadang bisa membuat kita bahagia dan tertawa, itulah sebabnya mengapa banyak yang mengklaim bahwa memelihara kucing bisa mengurangi stres dan bosan.

Namun diantara banyaknya tingkah aneh yang dilakukan oleh kucing kesayangan, pernahkah anda melihat kucing menggigit ekornya sendiri? Pertamakali melihat kucing gigit ekornya sendiri mungkin akan telihat lucu dan menggelikan. Namun jika hal tersebut dilakukan terus menerus dan semakin ekstrim maka bisa saja kondisi ini terjadi karena hyperesthesia. Apa itu hyperesthesia? Simak berikut ulasannya!


Apa Itu Hyperesthesia Pada Kucing?

Hyperethesia merupakan kondisi dimana kulit pada bagian belakang kucing melengkung dari bahu ke ekornya. Kondisi ini terkadang memang tidak terlihat dengan mata telanjang dan untuk mengetahuinya anda harus membawa kucing ke dokter hewan terdekat. Kucing yang mengalami hyperesthesia akan mengalami perubahan perilaku salah satunya yaitu kucing gigit ekornya sendiri secara terus menerus.

Kucing yang mengalami hyperesthesia akan sangat peka terhadap rangsangan karena sesuai dengan namanya “hyperesthesia” yang berarti terlalu peka pada rangsangan. Selain dikenal sebagai hyperesthesia, kondisi ini juga sering disebut sebagai rollingan skin, neurodematitis, neuritis, dermatitis pruritus serta epilepsi psikomotorik. Hyperesthesia merupakan kondisi yang cukup langka bahkan kondisi ini juga acap kali merupakan diagnosis ekslusi.


Lantas, Apa Penyebab Hyperesthesia Pada Kasus Kucing Gigit Ekornya Sendiri?

Umumnya hyperesthesia selalu diklaim sebagai gangguan perilaku kompulsif yang ditunjukkan dengan menyakiti dirinya sendiri. Penyebab utamanya yaitu karena adanya gangguan displacement. Perilaku ini umumnya diperoleh karena beberapa faktor yang berbeda antara satu kucing dengan kucing lain.

Salah satu penyebab yang bisa memicu kondisi ini yaitu ketika kucing ingin minum, anda mencegahnya. Kucing yang mengidap hyperesthesia juga bisa disebabkan dari lingkungan sekitarnya. Misalnya tempat tinggalnya terlalu panas atau berisik sehingga mengakibatkan gangguan perilaku kompulsif.


Gejala Hyperesthesia Pada Kasus Kucing Gigit Ekornya Sendiri

Kulit tergulung serta berkedut merupakan salah satu gejala utama dari hyperesthesia pada kucing. Biasanya kucing yang mengalami sindrom ini akan menunjukkan beberapa gejala aneh yang hampir berhubungan dengan epilepsi, seperti:

  • Adanya lesi pada kulit di area hyperesthesia

  • Mutilasi diri seperti senang mencabut rambut serta menggigit area sensitif hingga terluka

  • Terjadi kejang otot

Beberapa kucing yang mengalami sindrom ini juga bisa memperlihatkan perilaku berlawanan dari sifat normalnya. Misalnya jika biasanya kucing anda selalu bersikap lembut bisa berubah menjadi agresif. Kucing akan menjadi sangat aktif dan juga rewel. Lebih parahnya lagi, kucing akan menyakiti dirinya sendiri dengan menggigit ekornya. Kucing akan selalu menatap ekornya seperti akan menyerang.

Hyperesthesia juga bisa menyerang kucing dari berbagai ras, jenis kelamin ataupun usia. Namun umumnya kondisi ini sering terjadi pada kucing yang berusia 1 tahun – 5 tahun pada ras Siam, Burmese, Persia dan Abyssinian.


Cara Merawat Hyperesthesia Pada Kucing Gigit Ekornya Sendiri

Hyperesthesia merupakan kondisi yang langka sehingga sampai saat ini, belum ada obat yang bisa mengobati kucing yang terkena gangguan sindrom ini. Namun bukan berarti sindrom tersebut harus dibiarkan begitu saja karena perilaku menyimpang seperti kucing gigit ekornya sendiri akan lebih parah jika dibiarkan.

Perawatan hyperesthesia terbagi menjadi dua yakni terapi obat serta terapi perilaku. Perawatan ini haru dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Perawatan yang dilakukan ini harus menurut pantauan dari dokter hewan terdekat. Jadi, sebelum melakukan tindakan sendiri, maka konsultasikan terlebih dengan ahlinya.

Itulah sekilas tentang hyperesthesia pada kasus kucing gigit ekornya sendiri yang sebaiknya anda ketahui. Jika anda memiliki kucing dengan diagnosis tersebut maka segeralah konsultasikan ke dokter hewan terdekat. Semoga bermanfaat!


1 Comment


Carol Lawrence
Carol Lawrence
Oct 30, 2023

Each thesis is unique in its own way, and we recognize that. Our thesis writing services in Malaysia https://www.thesiswritingservice.com/guarantee that the content you receive will be written from scratch and will meet your needs exactly.

Like
Post: Blog2 Post
bottom of page