top of page

Mengapa Kucing Mengejar Ekornya Sendiri? Inilah Beberapa Faktanya!


foto oleh flickr


Salah satu hal menyenangkan dari memelihara kucing yaitu tingkah lakunya yang aneh dan tidak terduga misalnya seperti mengejar ekornya sendiri. Kucing mengejar ekornya sendiri memang menjadi pemandangan yang konyol dan tidak dipungkiri akan sangat menghibur anda. Namun jika hal ini dilakukan lebih sering, pernahkan anda berpikir dan bertanya-tanya apakah kucing anda baik-baik saja? Apakah mengejar ekornya sendiri merupakan hal yang normal? Untuk menjawab semua hal tersebut, simak berikut penjelasannya!


Alasan Mengapa Kucing Mengejar Ekornya Sendiri

Dilansir dari berbagai sumber terpercaya, kucing mengejar ekornya sendiri biasanya dilakukan sebagai sebuah hiburan atau bersenang-senang. Hanya saja, hal ini lebih jarang terjadi pada kucing dari pada anjing. Walaupun demikian, ternyata kucing mengejar ekornya sendiri juga memiliki arti yang lebih dalam.

Kucing yang sering mengejar ekornya bisa jadi sebuah pertanda ada alasan medis yang mempengaruhinya. Kucing mengejar ekornya sendiri bisa menjadi pertanda jika terdapat infeksi pada ekor sehingga membuatnya tidak nyaman. Kondisi ini juga mungkin terjadi karena kucing anda mengalami sindrom hiperestesia yang disebabkan oleh ujung saraf yang terlalu aktif sehingga kucing bisa merasakan sensasi geli pada bagian ekor.

Selain itu, banyak ahli yang menyebutkan juga bahwa kebiasaan kucing mengejar ekornya bisa disebabkan karena studi tail. Studi tail sendiri merupakan kondisi dimana ekor kucing jantan memiliki kelenjar keringat yang lebih aktif pada bagian atas ekor. Hal inilah yang memungkinkan kucing anda terus mengejar-ngejar ekornya.


Fakta-Fakta Menarik Kucing Mengejar Ekornya Sendiri Yang Sebaiknya Diketahui

Sekilas telah disebutkan diatas jika alasan mengapa kucing mengejar ekornya sendiri. Namun, dibalik beberapa hal diatas, tenyata ada beberapa fakta menarik mengapa kucing bisa melakukan hal tersebut. Berikut ini beberapa fakta-fakta menariknya:


1. Sekedar Bermain Saja

Anak kucing umumnya sangat senang menerkam serta mengejar benda-benda bergerak termasuk ekornya sendiri. Bagi anak kucing, mengejar ekornya sendiri hanyalah sebuah kesenangan semata. Saat tiba waktu bermain, anak kucing akan melatih keterampilannya untuk berburu. Inilah yang tentunya menjadi alasan mengapa anak kucing sangat menyukai benda bergerak bahkan ekornya sendiri.


2. Penghilang Stres Dan Bosan

Sama seperti manusia, kucing juga ternyata bisa merasakan rasa bosan dan stres. Ketika rasa bosan dan stres sedang dialaminya, maka kucing akan melakukan beberapa hal aneh seperti mengejar ekornya sendiri. Bagi anak kucing, mengejar ekornya sendiri merupakan hal yang normal.

Namun jika hal tersebut dilakukan oleh kucing dewasa, kemungkinan besar in merupakan tanda jika kucing anda kekurangan rangsangan atau stimulasi. Jadi, untuk memastikan jika kucing anda melakukan hal ini tidak ada kaitanya dengan medis, maka cobalah untuk melihat lingkungan rumah, apakah memang nyaman bagi kucing atau sebaliknya. Jika lingkungan rumah anda belum menciptakan rasa nyaman, maka cobalah untuk memberikannya sedikit sentuhan mainan-mainan yang disukai kucing anda.


3. Melatih Berburu

Kucing merupakan hewan pemburu asli sehingga mereka memiliki naluri untuk mengejar suatu hal yang begerak. Semua yang berbulu, bergerak bahkan ekornya sendiri akan memancing hewan satu ini. Terlebih lagi jika kucing anda lebih sering dikurung di rumah. Kucing yang selalu berada didalam ruangan (indoor cat) memiliki kesempatan lebih sedikit untuk berlatih berburu dibandingkan kucing liar sehingga mereka bisa saja melakukan hal ini.


Nah, Itulah beberapa alasan mengapa kucing mengejar ekornya sendiri. Umumnya perilaku ini tidak begitu berbahaya. Namun jika dilakukan terlalu sering, maka anda perlu mencurigainya, bisa jadi hal ini menjadi masalah serius pada kesehatannya sehingga anda perlu segera membawanya ke dokter hewan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu perhatikan juga apakah kucing sering menggigit ekornya sendiri, jika iya itu mungkin pertanda gangguan kesehatan lain (kita bahas pada kesempatan yang lain). Semoga bermanfaat!

13 views0 comments
Post: Blog2 Post
bottom of page