Tips Memilih Pakan Kucing


foto oleh wix


Bagi Anda yang memelihara kucing, tentunya harus memberikan perawatan khusus agar hewan kesayangan tetap sehat. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah pakan kucing. Hal itu dikarenakan kucing membutuhkan nutrisi dan vitamin.

Saat memilih makanan kucing, Anda tidak boleh melakukannya secara sembarangan. Terdapat dua jenis pakan yang bisa dipilih, yaitu pakan kering (dry food) dan pakan basah (wet food). Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan.

Biasanya, banyak orang yang memilih pakan kucing kiloan sebagai asupan untuk hewan kesayangannya. Padahal, Anda harus mengetahui kandungan nutrisinya dan kebutuhan dari si meong agar kucing tetap sehat.


Berikut ini adalah tips umum dalam memberikan pakan pada kucing kesayangan yang bisa Anda lakukan:


1. Perhatikan Kebutuhan Gizinya

Saat ini, sudah banyak pakan kucing murah yang dijual di pasaran. Sebaiknya, Anda lebih selektif lagi dalam memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh hewan kesayangan.

Meski kucing Anda bosan dengan makanan yang diberikan, namun Anda harus tetap berhati-hati saat memberikan makanan baru. Jika ingin mengganti makanan yang lama, Anda bisa memberikannya dalam porsi yang sedikit terlebih dahulu.

Jika Anda memiliki anak kucing, maka mereka membutuhkan jumlah gizi dua kali lebih besar dari kucing dewasa. Umumnya, anak kucing mulai belajar makan saat berusia 5-6 minggu meski masih disusui oleh induknya.

Selain itu, pastikan juga Anda telah memilih makanan yang mengandung banyak nutrisi dan vitamin untuk kesehatannya. Kucing yang sedang hamil juga membutuhkan asupan nutrisi yang jauh lebih besar daripada normalnya. Anda perlu memperhatikan hal ini.


2. Jangan Berikan Makanan Lain

Masih banyak orang yang memberikan makanan lain kepada kucingnya. Hal itu dikarenakan lebih menghemat biaya, karena hanya membeli makanan untuk satu jenis hewan. Misalnya, memberikan makanan anjing kepada kucing.

Sebagai informasi, makanan anjing tidak mengandung Taurin. Kandungan Taurin merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh kucing, karena bisa meminimalisir penyakit jantung dan mengurangi penglihatan kabur.


3. Kucing Adalah Hewan Karnivora

Anda juga harus mengetahui, bahwa kucing adalah hewan karnivora (pemakan daging). Sebaiknya, berilah pakan kucing alami seperti daging sapi, ikan, dan ayam karena tubuh kucing memang sudah beradaptasi untuk mendapatkan nutrisi dari daging-dagingan.

Namun, Anda harus memasak dagingnya terlebih dahulu agar bakteri yang menempel di daging merah bisa hilang. Selain itu, hindari makanan yang berasal dari tumbuhan, karena sulit dicerna oleh kucing.

Saat ini, banyak orang yang memberikan sayuran dan nasi untuk kucing kesayangannya. Padahal, hal tersebut bisa membuat kotoran kucing menjadi lebih bau. Selain itu jika anda memberikan karbohidrat yang tinggi (seperti di dalam nasi), hal ini akan mengganggu pencernaan si kucing itu sendiri.


4. Ajarkan Kebiasaan Baik

Setelah berusia satu bulan, induk kucing akan membiarkan anaknya untuk membersihkan tubuhnya sendiri, seperti pipis atau membuang kotoran. Jika tidak diajarkan, maka kucing akan buang air sembarangan.

Tidak hanya mengajarkan cara membuang kotoran, namun Anda juga harus menyediakan tempat makan dan minum khusus. Sejak kucing masih kecil, Anda bisa mengajarkan kebiasaan baik sehingga kucing tidak mencuri makanan dan tidak makan dan minum di tempat lain.


5. Jangan menggunakan racun tikus

Kucing adalah hewan yang mandiri. Mereka bisa melakukan grooming diri sendiri dengan menjilat-jilat badannya. Jika Anda mempunyai masalah serangan hama tikus yang parah, sebaiknya Anda tidak menggunakan racun tikus. Tikus yang sudah keracunan baik yang sudah mati maupun belum mati bisa saja digigit oleh kucing. Ada juga kemungkinan racun tikus menempel pada bulu bulu kucing dan masuk ketika kucing menjilat-jilat tubuhnya.


Jenis-jenis Makanan Kucing yang Harus Diketahui

Saat ini, ada beberapa jenis makanan kucing yang tersedia dalam berbagai bentuk. Seperti yang sudah dijelaskan, kucing membutuhkan nutrisi dan vitamin. Sebenarnya, pakan kucing paling bagus tergantung dari kebutuhan kucing Anda. Berikut ini adalah jenis-jenis makanan kucing yang harus diketahui:


Makanan Kering (Dry Food)

Makanan kucing dry food lebih mudah dikonsumsi dibanding jenis lainnya. Hal itu dikarenakan dry food dibuat dengan cara mengolah daging dalam suhu dan tekanan tinggi.

Selain itu, dry food juga bisa ditambahkan dengan bahan lainnya, seperti lemak makanan yang disemprotkan untuk meningkatkan rasanya. Makanan kering juga menjadi alternatif paling murah untuk kucing.

Dry food bisa disimpan dalam waktu yang lama dan bertahan hingga beberapa bulan. Makanan kering juga dianggap tidak memiliki nutrisi yang cukup, tetapi sudah banyak produk berkualitas dan kaya akan nutrisi.

Namun biasanya Anda perlu melatih kucing agar mau memakan dry food terlebih dahulu. Campurkan sedikit demi sedikit pakan kering ini pada pakan basah. Jangan lupa memberikan air minum yang cukup jika kucing Anda sudah mengkonsumsi dry food sepenuhnya.


Makanan Mentah

Makanan mentah yang dimaksud adalah tulang, daging organ, dan daging otot hewan. Ada banyak pemilik kucing menyiapkan makanan ini sendiri, namun ada juga yang menjualnya.

Kucing lebih sering mencerna makanan mentah, karena saluran pencernaannya lebih asam dan pendek. Namun, tidak semua jenis kucing bisa mencerna atau mengonsumsi makanan mentah.


Makanan Basah (Wet Food)

Biasanya, pakan kucing wet food lebih disukai karena mengandung air tambahan. Selain itu, wet food juga berfungsi untuk melancarkan sistem saluran kandung kemih.

Kucing lebih menyukai makanan basah, karena lebih mudah dimakan. Anda juga harus memperhatikan wet food dan membatasi pemberiannya untuk kucing. Sebab, kucing bisa mengalami obesitas dan pembentukan karies pada gigi. Selain itu rata rata pemberian terlalu banyak wet food akan meningkatkan biaya pakan karena relatif lebih mahal dan mudah busuk jika tidak dihabiskan.

Baca juga : Cara Membuat Pakan Basah Kucing yang Murah, Sehat dan Bergizi

Makanan yang Rendah Protein

Jenis makanan yang satu ini sangat cocok dikonsumsi oleh kucing kesayangan Anda. Meski makanan kucing harus tinggi protein, namun terkadang kucing juga membutuhkan makanan yang rendah protein.

Jika kucing mengalami penyakit ginjal, makanan rendah protein bisa menghambat perkembangan penyakit dengan cara mengurangi beban kerja ginjal.


Tips Memilih Pakan Kucing yang Bagus

Saat memilih makanan kucing, Anda harus menyesuaikan dengan kebutuhannya. Makanan apa yang sebaiknya Anda berikan kepada kucing kesayangan? Berikut ini adalah penjelasannya:


1. Sesuaikan dengan Usia Kucing

Jenis makanan kucing juga dipengaruhi usianya karena si meong membutuhkan nutrisi yang berbeda. Sebelum memilih makanan kucing yang tepat, Anda harus menyesuaikan dengan usianya.

Anak kucing membutuhkan makanan yang mengandung protein tinggi. Sedangkan untuk kucing dewasa, mereka membutuhkan makanan dengan kandungan protein yang rendah.


2. Kebutuhan tiap kucing bisa berbeda

Selain usia, jenis dan kondisi kucing juga membuat kebutuhan pakan si meong bisa bervariasi. Kucing hamil membutuhkan asupan gizi yang lebih tinggi daripada kucing biasa. Keaktifan juga mempengaruhi kebutuhan pakan. Kucing persia relatif tidak seaktif kucing anggora sehingga jika dibandingkan kebutuhan pakan kucing anggora akan lebih tinggi dari kucing persia (untuk berat badan dan usia yang sama). Sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan saran tentang kebutuhan pakan dari kucing Anda.


3. Minim Bahan Pengawet

Para produsen makanan kucing telah menambahkan bahan pengawet di setiap produknya. Nyatanya, tidak semua kucing bisa tahan dengan makanan yang mengandung bahan pengawet.

Jika ingin membeli makanan kucing, sebaiknya Anda membaca daftar komposisinya terlebih dahulu. Sebab, ada banyak makanan kucing yang mengandung BHA dan BHT. Kedua kandungan tersebut seharusnya tidak digunakan dalam makanan kucing.


4. Mengandung Vitamin C dan E

Vitamin menjadi salah satu zat penting yang terkandung dalam makanan kucing. Hal itu dapat membuat organ tubuh kucing bisa bekerja lebih baik.

Jadi, Anda harus memilih makanan kucing yang mengandung vitamin C dan E. Hal itu dikarenakan kedua vitamin ini memiliki manfaat yang baik untuk kucing, terutama kesehatan kulit dan bulunya.


5. Rendah Karbohidrat

Sebagai pemilik kucing, tentunya Anda ingin hewan kesayangan bisa makan dengan lahap. Namun, Anda harus memperhatikan jenis makanannya karena bisa menimbulkan lemak berlebih.

Kebanyakan makanan kucing yang dijual di pasaran adalah dry food berkarbohidrat tinggi. Padahal, kucing lebih membutuhkan protein yang tinggi. Sebaiknya, Anda memilih makanan kucing yang mengandung karbohidrat rendah. Karbohidrat berlebih bisa menyebabkan gangguan pencernaan.



6. Mudah Didapatkan

Anda juga disarankan memilih makanan kucing yang mudah didapatkan di pasaran. Misalnya, memilih makanan kucing di pet shop dan disesuaikan dengan budget. Ada baiknya juga Anda menggunakan pakan dari merk ternama yang telah memiliki reputasi bagus dan tersedia dimana-mana.


Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Memberi Makan Kucing

Memberi makan kucing bukanlah hal yang susah namun juga tidak mudah dilakukan. Tidak hanya memberi makan secara teratur, Anda juga harus memperhatikan kondisi fisik hingga kesehatannya.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat memberi makan kucing:


Memberikan Makan Anjing

Makanan anjing tidak mengandung protein yang cukup untuk kucing. Selain itu, makanan anjing juga tidak dilengkapi taurine. Padahal, kandungan tersebut sangat dibutuhkan oleh kucing untuk diet.

Perbedaannya adalah makanan kucing memiliki banyak protein dan lemak dibanding makanan anjing. Penting diingat Anjing adalah hewan omnivora sedangkan kucing adalah hewan karnivora sejati. Kucing memperoleh nutrisi dari daging-dagingan karena sifatnya itu.


Memberi Ikan Mentah

Ikan mentah memiliki kandungan Thiaminase yang bisa menghancurkan Tiamin atau vitamin B. Jika kandungan Tiamin tidak ada, maka kucing Anda tidak nafsu makan, kejang-kejang, dan dapat menyebabkan kematian.

Memberikan makan kucing dengan ikan tidak bisa mencukupi vitamin dan mineral yang dibutuhkan. Ikan yang tidak diolah dengan matang juga memicu pertumbuhan parasit berbahaya.


Terlalu Banyak Memberi Ikan Tuna

Jika ikan tuna dijadikan sebagai makanan utama, tentunya kucing Anda akan kekurangan gizi. Sebab, tuna tidak memiliki vitamin E yang cukup dan menyebabkan steatitis (penyakit lemak kuning).

Tuna juga memiliki rasa dan bau yang cukup tajam. Nantinya, kucing Anda akan merasa kecanduan dan menolak untuk mengonsumsi makanan lain. Jika ingin memberikan tuna saat kucing diet, maka harus dikontrol dengan baik.


Membiarkan Kucing Makan di Meja Makan

Jika Anda membiarkan kucing makan di meja makan, maka bisa menyebabkan masalah pada perilakunya, seperti mencuri atau mengemis makanan. Selain itu, makanan yang bertulang bisa menyebabkan kucing tersedak.

Makanan di meja makan pun tidak seimbang untuk kucing, karena takut terlalu pedas dan berminyak. Selain itu, beberapa bahan makanan yang biasa dikonsumsi manusia ternyata bisa berbahaya bagi si Meong diantaranya adalah cokelat dan bawang-bawangan.

Baca juga : Sayang Kucing? Waspadai Bahan-Bahan Berbahaya bagi Kucing Berikut Ini

Suplemen Makanan (vitamin) yang Terlalu Berlebihan

Saat nutrisi makanan kucing sudah seimbang, Anda tidak perlu memberikan suplemen. Jika dokter hewan menyarankan sebaliknya, maka Anda baru boleh memberikan suplemen.

Pemberian suplemen yang berlebihan dapat menjadi racun di dalam tubuh kucing. Jika mendesak, pastikan Anda telah mengikutinya sesuai anjuran dokter hewan.


Membiarkan Kucing Menjadi Obesitas

Obesitas merupakan penyakit yang sering dialami oleh hewan peliharaan, terutama kucing. Hal itu dikarenakan Anda memberi makan terlalu banyak dan tidak membiarkannya untuk melakukan kegiatan.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai berapa banyak makanan yang harus diberikan untuk kucing.


Memberi Makanan Buah dan Sayur

Seperti yang diketahui, kucing merupakan hewan karnivora. Jika Anda memberikan buah dan sayuran, maka hal tersebut tidak benar. Apalagi, kucing membutuhkan protein yang lebih banyak.

Meski Anda adalah vegetarian, namun bukan berarti harus menerapkannya kepada kucing kesayangan.


Menawarkan Susu Sapi

Kucing tidak bisa mengolah laktosa yang ada di dalam susu sapi dan produk olahan lainnya. Maka dari itu, hindari susu laktosa karena bisa menyebabkan diare atau sakit perut. Hal ini akan berakibat makin buruk jika susu tersebut mengandung tambahan gula (karbohidrat) karena kucing memang membutuhkan karbohidrat dalam jumlah sedikit.

Susu juga memiliki kalori yang dapat membuat kucing menjadi obesitas. Anda bisa memilih susu yang baik untuk kucing, di antaranya adalah susu non laktosa atau Kitten Milk Replace (KMR).


Terlalu Banyak Treats yang Diberikan

Treats bukanlah alternatif atau pengganti makanan kucing. Meski terlihat lezat, namun treats tidak mengandung gizi yang dibutuhkan oleh kucing untuk makanan sehari-hari.

Sebenarnya, treats merupakan alat yang digunakan untuk melatih atau merubah perilaku kucing. Anda pun harus menggunakannya dengan bijak.


Itulah cara merawat kucing kesayangan dengan memilih pakan kucing yang berkualitas. Sebelum memilih makanan kucing, sebaiknya perhatikan dulu kandungan gizi dan nutrisi, serta sesuaikan dengan kebutuhannya. Share artikel ini ke medsos Anda agar lebih banyak orang yang mengetahui tentang informasi ini, ya!


Baca juga : Bolehkah Kucing Makan Nasi? Simak Penjelasan Berikut Ini
 

Address

Indonesia

Follow

  • Twitter
  • Instagram

Blog Dokter Hewan untuk berbagi cara merawat hewan dan tips memelihara hewan
©2020 by kawanhewan.