7 Alasan Pemilik Kucing Perlu Berkunjung ke Dokter Hewan secara Rutin.


foto oleh unsplash


Sebagai pemilik kucing, Anda bertanggungjawab terhadap bermacam aspek perawatan hewan peliharaan anda. Salah satunya adalah aspek kesehatan. Untuk itu, mungkin Anda sudah terbiasa membawa kucing ke dokter hewan. Namun, ada baiknya Anda menyimak beberapa alasan mengapa Anda harus membawanya ke dokter hewan berikut. Siapa tahu Anda bisa lebih menemukan dalam kunjungan ke dokter hewan terdekat pada masa mendatang.


1. Memeriksa Gigi dan Mulut Kucing

Hal ini memang jarang diperhatikan oleh para pemilik kucing. Padahal, penyakit gigi dan mulut cukup membuat kucing menderita. Saat bakterinya berkembang di dalam mulut, maka nantinya akan menyebar ke beberapa organ penting, seperti ginjal, hati, dan jantung.

Itulah alasan mengapa pemeriksaan gigi dan mulut sangat penting, apalagi jika kucing Anda sudah lanjut usia.

Baca juga : Membersihkan Gigi Kucing? Simak Tips Mudahnya Di Sini!

2. Memeriksa Mata dan Telinga

Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan apakah ada cairan, kemerahan, benjolan di kelopak mata, dan berkurangnya penglihatan. Sedangkan untuk telinga, dokter hewan akan memeriksa apakah ada kerontokan bulu, cairan di telinga, dan lainnya.

Mata dan telinga kucing harus diperiksa secara rutin agar dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari bakteri dan parasit.


3. Mengecek Berat Badan dan Kondisi Kesehatan

Obesitas menjadi salah satu penyakit yang rentan dialami oleh kucing. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan masalah pada sendi. Obesitas biasanya dimulai dari pola makan yang kurang baik, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter hewan untuk menyusun pola diet yang lebih sehat bagi si meong.

Sebagai informasi, kucing memiliki berat badan ideal yang berbeda-beda tergantung usia dan rasnya. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai berat badan kucing dan bagaimana cara menjaganya.


4. Pemeriksaan Kulit dan Bulu

Dokter hewan juga memeriksa kulit dan bulu kucing apakah terlalu kering atau berminyak, bulu mengalami kerontokan, dan adanya benjolan di kulit. Biasanya, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan mendalam dan memberikan resep obat.

Sebaiknya, Anda melakukan pemeriksaan kulit dan bulu kucing secara rutin agar mengetahui penyakit yang dideritanya.

Selain memeriksa kesehatan kulit dan bulu, ada juga vet clinic yang menyediakan layanan grooming. Tidak ada salahnya kan menjaga agar tampilan anabul kita tetap lucu dan imut?


5. Mengecek Adanya Parasit

Kucing juga bisa dihinggapi oleh parasit seperti cacing, kutu, dan tungau. Biasanya, beberapa parasit tersebut berasal dari serangga atau hewan peliharaan lainnya. Jangan anggap remeh parasit seperti kutu karena bisa menyebabkan anemia jika terlalu parah.

Bahkan, parasit juga tidak menunjukkan gejala atau tanda tertentu. Tentunya, Anda tidak mengetahui jika ada parasit di tubuh kucing. Maka dari itu, Anda harus melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter hewan agar ditangani dengan cepat.


6. Vaksinasi

Salah satu prinsip dalam menjaga kesehatan berikutnya adalah tindakan pencegahan dengan vaksin. Beberapa penyakit berbahaya seperti distemper/Panleukopenia, calici, dan klamedia bisa menyebabkan kematian bagi si meong. Belum lagi ada juga penyakit rabies dari hewan ke manusia (zoonosis). Untuk mencegah terjangkitnya penyakit tersebut, maka kucing perlu di vaksinasi dan tempat untuk memperoleh informasi terbaik tentang vaksin tentu saja di klinik hewan.

Baca juga : Manfaat Pemberian Vaksin Kucing yang Perlu Anda Ketahui

7. Sterilisasi/ kebiri

Pemilik kucing dapat meminta agar anabulnya disterilisasi oleh dokter hewan. Sterilisasi/ kebiri patut dicoba buat mengurangi risiko Kucing Anda terserang beberapa penyakit tertentu seperti kencing berdarah (FLUTD). Untuk itulah kadang dokter hewan menyarankan agar si meong disterilisasi. Hal ini bisa dilakukan baik bagi kucing pejantan maupun kucing betina.

Sterilisasi juga bisa mengurangi tingkatan stress hewan peliharaan sebab libidonya dihilangkan (secara bertahap hilang). Hal ini juga berarti mengurangi keinginan hewan untuk keluar rumah dan mengurangi risiko perkelahian dengan pesaingnya.

Fungsi terakhir dari sterilisasi adalah untuk mengontrol populasi. Hal ini diperlukan jika terdapat hewan liar yang amat banyak di lingkungan kita. Walaupun secara langsung tidak berbahaya, namun jika dibiarkan terus menerus akan menyebabkan masalah kebersihan karena hewan liar biasanya buang air besar sembarangan. Selain itu hewan seperti anjing atau kucing liar juga dapat menjadi vektor dari penyakit rabies.


Itulah beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk membawa si meong menemui dokter hewan secara rutin. Walaupun terkesan sederhana, kucing akan mendapatkan perawatan yang lebih baik ketika bertemu dengan "ahli"nya. Mari share artikel ini, agar lebih banyak pemilik kucing sadar akan pentingnya memeriksakan anabulnya secara rutin ke dokter hewan terdekat.



32 views0 comments