Perbandingan Gizi Daging Kambing Dan Sapi, Mana Yang Lebih Sehat?


foto oleh unsplash


Selain daging ayam, daging kambing dan sapi memamg banyak disukai banyak orang. Ya, dua jenis daging yang masuk pada kelompok daging merah ini memang cukup populer dan memiliki nilai gizi yang baik apalagi jika diolah dengan tepat. Apalagi dalam ranah kuliner indonesia banyak sekali masakan lezat berbasis daging sapi dan daging kambing seperti gulai, sate, tongseng, dan lain lain. Lalu, bagaimana perbandingan gizi daging kambing dan sapi? Dan manakah yang lebih sehat? Penasaran? Simak berikut penjelasannya!


Inilah Perbandingan Gizi Daging Kambing Dan Sapi Yang Sebaiknya Diketahui!

Walaupun sama-sama merupakan daging merah, namun terdapat perbandingan gizi antara daging kambing dan sapi yang sebaiknya diketahui. Daging kambing memiliki jumlah HDL (kolesterol baik) tinggi dan jumlah LDL (kolesterol jahat) rendah secara alami. Dibandingkan dengan jenis daging lainnya, daging kambing juga lebih rendah kalori. Selain itu daging kambing lebih mudah dicerna daripada daging sapi.


Lalu Bagaimana Dengan Daging Sapi?

Sementara itu, daging sapi merupakan daging merah yang kaya akan nutrisi. Daging sapi adalah sumber protein berkualitas tinggi dengan kandungan nutrisi mikro yang penting untuk kesehatan. Terdapat 3 sumber dari 14 nutrisi penting yaitu protein, vitamin B6, B12, vitamin D, seng, besi, fosfor, kalsium, kalium, magnesium, selenium tiamin, niasin, pantotenat dan riboflavin.

Daging sapi juga mengandung nutrisi lain yang menarik yaitu kolin, lemak tak jenuh tunggal dan asam linokeat terkonjugasi. Dari semua kandungan nutrisi pada daging sapi, terlihat bahwa daging sapi sama sekali tidak mengandung serat. Nah untuk itu, maka konsumsi daging sapi harus dibarengi dengan asupan serat bisa dari sayuran ataupun buah-buahan.


Jadi, Mana Yang Lebih Sehat Daging Kambing Atau Daging Sapi?

Dibandingkan dengan daging sapi, daging kambing kerap selalu menjadi “kambing hitam” karena bisa memincu naiknya kolesterol tubuh. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali orang yang beranggapan jika daging kambing mengandung tinggi kolesterol. Padahal, hal tersebut keliru karena nyatanya kandungan kolesterol, protein, lemak total dan kalori pada daging kambing lebih rendah dibandingkan daging sapi.

Dalam sajian 85 gram daging kambing dan sapi terdapat 63,8 miligram kandungan kolesterol pada daging kambing dan 73,1 miligram kolesterol pada daging sapi. Sementara dalam sajian 100 gram daging kambing mengandung 16,6 gram protein, 11 miligram kalsium, 9,2 gram lemak dan 1 miligram zat besi. Sementara pada daging sapi mengandung 18,8 gram protein, 14 gram lemak, 11 miligram kalsium dan 2,8 miligram zat besi.

Walaupun sama-sama memiliki keunggulan namun daging kambing dinilai lebih sehat dibandingkan dengan daging sapi. Namun kendati demikian, bukan berarti anda bisa “seenaknya” mengkonsumsi daging kambing. Konsumsi berlebihan daging merah bisa memicu beberapa masalah kesehatan seperti diabetes, kolesterol dan penyakit jantung.


Tips Konsumsi Daging Kambing Atau Sapi Yang Tepat

Bagi anda yang masih ragu untuk mengkonsumsi daging kambing atau daging sapi karena takut kolesterol naik, tentu tak perlu khawatir. Berikut ini tips tepat konsumsi daging kambing atau sapi yang sebaiknya diketahui:

  • Disarankan untuk tidak memilih produk daging olahan seperti sosis dan bakso karena mengandung banyak lemak.

  • Cobalah memilih daging yang tidak banyak lemak. Misalnya seperti pada bagian punggung, daging kaki ataupun daging khas kaki.

  • Saat mengolah daging kambing atau daging sapi, usahakan hindari penggunaan garam serta minyak (dan mentega) berlebihan.

  • Batasi porsi makan, sebaiknya anda tidak mengkonsumsi daging melebihi 100 gr, Selain itu, anda juga disarankan untuk memvariasikan menu daging dengan sayuran.

Itulah sekilas tentang perbandingan gizi daging kambing dan sapi yang sebaiknya diketahui. Kedua jenis daging ini sama-sama merupakan sumber terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seperti lemak, zat besi, kalori, protein, vitamin dan kalsium. Namun, pastinya agar kedua daging tersebut tidak menimbulkan masalah kesehatan, sebaiknya perhatikan cara pengolahan dan porsi yang harus anda konsumsi ya!

7 views0 comments