Menjijikkan Namun Menjanjikan, Ulat Hongkong Makanan Masa Depan Yang Telah Disetujui di Eropa


foto oleh bisnis.com


Seperti yang diketahui bahwa tubuh manusia membutuhkan berbagai jenis asupan nutrisi agar tetap sehat dan tumbuh kembang dengan baik. Berbagai asupan nutrisi yang dibutuhkan mulai dari karbohidrat yang berguna sebagai sumber energi, lemak sebagai cadangan kekuatan hingga protein sebagai bahan pembangun.

Idealnya, sumber makanan memang menyediakan tiga komponen gizi utama yang didapat dari sumber beragam. Seperti yang kita ketahui bahwa nasi merupakan salah sumber makanan pokok di beberapa negara khususnya di Indonesia.

Namun tahukah anda? Ternyata di masa depan serangga terutama ulat bisa menjadi bahan makanan, Loh! Walaupun terdengar sangat asing namun nyatanya memang beberapa serangga yang tinggi akan protein. Hal tersebut telah disetujui juga oleh Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA). Lalu, jenis ulat apa yang diperkirakan akan menjadi makanan masa depan? Simak ulasannya berikut ini!


Ulat Hongkong Makanan Masa Depan, Menjijikkan Namun Kaya Akan Nutrisi

Mengutip dari berbagai sumber terpercaya, ulat Hongkong atau Mealworms telah disetujui oleh Badan Keamanan Pangan Eropa untuk menjadi makanan manusia. Ulat berwarna kecokelatan ini menjadi salah satu makanan berbasis serangga pertama yang disetujui oleh EFSA.

Jika hal tersebut benar-benar terjadi, tentu saja dimasa depan anda bisa menemukan larva satu ini menjadi bahan makanan seperti dalam makanan ringan dan lainnya. sekilas tentu saja akan sangat menggelikan sekaligus menjijikkan apalagi jika anda memang takut pada hewan satu ini. Namun, tentu anda tidak perlu takut! Keputusan Badan Keamanan Pangan Eropa tentunya bukanlah tanpa pertimbangan.

Ulat Hongkong dinilai tinggi serat serta mengandung banyak protein. Dengan begitu ulat tersebut bisa menjadi solusi untuk memenuhi asupan protein untuk tubuh kita. Protein sendiri sangat diperlukan untuk pembentukan otot dan enzim. Tak hanya itu saja, rendahnya emisi karbon dari makanan yang berbasis serangga juga telah menjadi topik hangat dalam dunia industri makanan selama beberapa waktu yang lalu.

Selain itu ulat hongkong juga relatif tidak susah untuk dibudidayakan. Saat ini di Indonesia saja sudah banyak peternakan ulat hongkong meskipun peruntukannya sebagai makanan burung.

Dengan adanya trend makanan yang telah berubah dan meningkatnya ketertarikan mengenai alternatif produk susu nabati, bahan makanan dari serangga tersebut tentu bisa menjadi pilihan. Terlebih ada beberapa cara untuk pengolahan ulat Hongkong makanan masa depan ini. Pengolahan tersebut seperti dikeringkan untuk digunakan utuh dalam hidangan seperti kari.

Selain digunakan secara utuh, terdapat juga alternatif lain yang mungkin lebih baik seperti digiling dan dikeringkan untuk dibuat tepung sebagai bahan pembuatan biskuit, roti, pasta dan lainnya. Ada juga yang digiling kemudian dibekukan dan dibentuk menjadi seperti potongan daging.

Terlepas dari adanya perencanaan mengenai ulat Hongkong makanan masa depan, sebenarnya serangga ini sudah dikonsumsi oleh manusia. Di beberapa belahan dunia seperti Afrika, Amerika Tengah dan Asia beberapa jenis serangga telah menjadi konsumsi manusia. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Di negara Indonesia sendiri, sebenarnya sama dimana beberapa jenis serangga bisa dikonsumsi oleh manusia namun untuk ulat Hongkong memang belum begitu familiar. Namun jika Anda berkunjung ke daerah Gunung Kidul, Jogjakarta, Anda akan menemui makanan khas berupa belalang yang diolah secara khas.

Kini ulat Hongkong di Indonesia umumnya dijadikan sebagai pakan burung. Bagi anda pecinta burung pastinya tidak akan asing dengan jenis ulat yang satu ini. Namun jika di masa depan ulat ini dijadikan sebagai makanan tentu saja bisa membuat anda tercengang.

Nah itulah sekilas tentang ulat Hongkong makanan masa depan yang telah disetujui oleh Badan Keamanan Pangan Eropa. Jadi, bagaimana menurut anda? Apakah setuju jika di masa depan ulat tersebut akan dijadikan sebagai salah satu bahan makanan karena dinilai memiliki kandungan nutrisi tinggi?


Baca juga : Budidaya Ulat Jerman yang Menguntungkan
1 view0 comments