Elang Jawa, Si Garuda Indonesia yang Terancam Punah


foto oleh indonesia.go.id


Elang Jawa merupakan hewan dari spesies burung dengan ukuran sedang dan memiliki ciri khas berupa jambul. Burung ini sering disebut sebagai penguasa langit jawa yang gagah dan berani.

Menurut informasi saat ini populasi burung ini hanya tinggal 300 - 500 ekor saja sehingga harus dijaga kelestariannya. Mari kenali lebih mendalam tentang Elang ini dan berbagai fakta menarik untuk diketahui.


Mengenal Sekilas Elang Jawa Sebagai Simbol Negara Indonesia

Lambang Negara dianggap terinspirasi burung Elang dari Jawa karena sering ditemukan saat masa perjuangan. Burung ini hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa saja namun saat ini terancam punah karena pesatnya perkembangan jaman. Kini hutan di Pulau Jawa semakin sedikit membuat populasinya juga sangat menurun.

Jenis burung ini jarang sekali bertelur dalam satu tahun hanya menghasilkan telur antara 1 – 2 butir saja. Kemudian dierami selama 47 hari, untuk masa bertelur lebih sering di bulan Januari sampai Juni saja. Biasanya sarangnya sangat tinggi yaitu antara 20 -30 meter diatas pohon sehingga jarang diketahui manusia.


Ciri Khas yang Dianggap Mirip Sebagai Burung Garuda

Burung Garuda merupakan simbol negara yang dianggap mirip dengan ciri – ciri Elang Jawa. Meskipun hanya dianggap sebagai hewan mitos yang memang diciptakan sebagai gambaran kendaraan Dewa Wisnu. Ada beberapa ciri khas yang sangat mirip sehingga kerap dianggap Elang Jawa inilah Garuda Indonesia.


Berbagai Fakta Elang Jawa

Mengetahui berbagai fakta tentang karakter Elang Jawa dan hal-hal lainnya sangatlah menarik untuk turut mencintai burung asli Indonesia.


1. Ciri Khas Jambulnya

Burung ini dianggap mirip dengan burung Garuda karena memiliki ciri khas jambul di atas kepalanya. Jumlah jambulnya terdiri dari 3 atau 4 bulu yang membuatnya sangat gagah dibanding burung lainnya.


2. Memiliki Sayap Sangat Lebar

Terkenal sebagai burung bersayap sangat lebar Anda pasti akan kagum jika melihatnya langsung. Panjang tubuhnya sekitar 50 -70 cm dan kalau sayapnya direntangkan lebarnya bisa mencapai 110 – 130 cm.


3. Sangat Mirip Elang Brontok

Memang sekilas mirip dengan Elang Brontok dari ciri fisiknya maupun suaranya jika didengar dari kejauhan. Perbedaannya sangat jelas terlihat dari bulunya yang berwarna kecoklatan dibandingkan Elang Brontok.


4. Makanan

Di alam bebas makanan Elang Jawa adalah daging hewan lain seperti daging ayam, ikan, serangga, ulat dan masih banyak lagi. Hewan ini tidak sering makan bahkan bisa sampai dua hari baru makan lagi.


5. Habitat Aslinya

Hewan ini akan mudah ditemukan di pegunungan pulau Jawa sebagai tempat tinggal aslinya. Elang Jawa sangat menyukai pohon besar dan tinggi sebagai tempatnya untuk bertengger untuk mencari mangsa.


6. Sebagai Hewan Monogami

Fakta burung ini sebagai hewan monogami atau yang hanya kawin dengan satu pasangan saja seumur hidupnya. Membuat populasinya terus menurun sehingga menjadi hewan langka dan harus dilindungi. Apalagi dalam satu tahun hanya bertelur 1 atau 2 butir saja tentu menghambat proses berkembang biaknya.


7. Terancam Punah

Mengetahui jika hewan ini terancam punah membuat pemerintah dan ilmuwan menggunakan berbagai cara untuk melindunginya. Namun upaya tersebut tidak mudah karena berbagai sebab, seperti:

● Habitat aslinya yang mulai rusak.

● Banyak perburuan liar.

● Perdagangan ilegal.

● Lambatnya proses berkembang biak.


Memiliki ciri sangat gagah, berbadan tegap dan ketika sayapnya direntangkan sangat lebar mencapai 1 meter lebih. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat Elang Jawa banyak diminati namun justru terancam punah.