Ciri Fisik dan Fakta Kucing Congkok “Anakan Macan” yang Terancam Punah


foto oleh greeners.co


Motif bulu kucing congkok memang mirip macan, yaitu totol hitam di punggung dan pinggul. Padahal fakta kucing congkok dan macan berasal dari genus yang berbeda. Yaitu genus prionailurus (kucing congkok) dan genus panthera (macan).

Masih penasaran dengan fakta kucing congkok berikutnya? Yuk kita perdalam pengetahuan kita tentang kucing ganteng yang satu ini. Apakah boleh dirawat? Apakah makanannya mudah? Jawabannya ada di bawah.


Fakta Kucing Congkok

1. Langka dan dilindungi

Fakta pertama, kucing congkok adalah kucing liar yang mulai langka dan dilindungi. Jadi, sebaiknya hindari memperjualbelikannya agar terhindar dari kasus hukum. Biarkan mereka hidup di alamnya.

Selain itu, kucing ini termasuk jenis kucing liar. Jika nekad memeliharanya, sudah pasti ada resiko yang harus Anda tanggung. Karena dia suka merusak kebun dan memangsa hewan ternak. Jika masih ingin memeliharanya, sebaiknya ada mengadopsi kucing bengal saja yang juga aktif namun tidak masuk dalam satwa yang langka.

2. Secara fisik mirip kucing lokal

Dibandingkan dengan jenis kucing hutan lain, kucing congkok termasuk kecil. Kucing congkok jantan dewasa bisa mencapai berat 10 kilogram. Dan yang betina berukuran lebih kecil.

3. Makanan

Fakta kucing congkok yang ketiga adalah makanan. Dia akan berburu tupai, tikus, dan serangga lain saat malam hari. Sama halnya dengan kucing pada umumnya, dia aktif berburu pada malam hari.

4. Cara hidup

Kucing congkok berlindung di semak-semak atau lubang akar pohon, terutama yang dekat dengan sumber air. Dan saat mencari mangsa, dia akan memanjat pohon untuk memantau sekitarnya.


Ciri Fisik Kucing Congkok yang Wajib Anda Kenali

Selain fakta kucing congkok di atas, yuk coba kenali apa saja ciri fisiknya. Agar kemudian hari jika Anda bertemu dengannya di jalan, Anda sudah bisa mengenalinya. Dan mengurungkan niat untuk membawanya pulang. Adapun Ciri Fisik Kucing Congkok dan fakta unik lainya adalah sebagai berikut

  1. Terdapat 4-5 garis hitam di bagian kepala, yaitu diantara dua telinga sampai bagian tengah tubuh.

  2. Termasuk kucing soliter (penyendiri).

  3. Termasuk hewan yang dilindungi, sesuai Lampiran PP No. 7 Tahun 1999 dan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990.

Dari penjelasan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa fakta kucing congkok tidak bisa berinteraksi dengan manusia (terkait sifatnya yang soliter). Jika Anda sudah membayangkan untuk memeluk dan bermain dengan kucing jenis ini, sebaiknya siap-siap kecewa.

Selain itu, di desa-desa, kucing congkok sering dianggap hama oleh para petani. Itulah yang menyebabkan jumlahnya kian berkurang. Karena selain diburu karena dianggap hama, kucing congkok juga diburu dan diperdagangkan secara komersial.

Di Indonesia, ada beberapa area yang masih banyak dijumpai kucing congkok. Antara lain Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Sedangkan Negara lain yang juga terdapat kucing congkok adalah Asia Tengah, Tenggara, dan Timur.

Setelah mengetahui fakta kucing congkok, semoga Anda bersedia membiarkannya hidup di lingkungan alaminya. Biarkan mereka hidup bebas secara alami dan berkembang biak dengan baik.

Yuk, jaga kelestarian alam di sekitar kita. Yaitu dengan menjadi pecinta kucing yang bijak dan pemilih. Memilih mana yang boleh untuk diajak pulang dan dipelihara. Sebaliknya, biarkan kucing liar hidup aman di lingkungannya.

Karena satu tindakan kecil akan membawa dampak besar bagi kelangsungan hidup satwa liar yang terancam punah, termasuk kucing congkok.

Yuk, ajak kawan-kawan pecinta kucing untuk berkontribusi melindungi kucing congkok dengan tidak mengambilnya.