Inilah Panduan Budidaya Ikan Gurame Untuk Pemula

Updated: Jul 25, 2020


foto oleh pixabay


Ikan gurame merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang saat ini bisa dijadikan untuk berbisnis. Banyak sekali peternak ikan gurame yang bisa dikatakan sudah sukses dalam membudidayakan ikan yang satu ini. Ikan gurame sendiri merupakan jenis ikan yang bisa ditemukan di kawasan Asia Tenggara, ikan ini bisa dikonsumsi sebagai sajian kuliner karena memang rasanya yang terkenal lezat. Banyak sekali orang yag memburu aneka sajian kuliner ikan gurame dimana di setiap daerah sajiannya memang berbeda sehingga tak mengherankan ikan gurame banyak sekali dicari.

Dikarenakan ikan gurame menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang banyak diburu oleh penyedia kuliner maka tentu tak mengherankan kebutuhan akan produksi ikan gurame akan semakin tinggi sehingga bisnis budidaya ikan yang satu ini akan sangat menjanjikan. Di Indonesia sendiri, ikan gurame banyak dibudidayakan di daerah-derah seperti Magelang, Purwokerto, Garut, Tasikmalaya, Manado, Ciamis serta Pakayumbuh.


Lalu, Bagaimana Panduan Budidaya Ikan Gurame Yang Benar?

Seperti telah disebutkan pada ulasan diatas bahwa budidaya atau ternak ikan gurame banyak dikembangkan di berbagai daerah. Permintaan akan ikan gurame yang tinggi tentu menjadi daya tarik tersendiri para pebisnis untuk membudidayakan ikan gurame ini. Terlepas dari itu, gurame juga menjadi salah satu jenis ikan yang tak hanya lezat saja melainkan ikan ini mengandung kandungan protein serta vitamin yang bagus untuk kesehatan.

Bagi anda yang berniat untuk membudidayakan ikan gurame tak ada salahnya jika memperhatikan panduan budidaya ikan gurame untuk pemula berikut ini dimana panduan yang akan kami jelaskan berikut ini diharapkan bisa memberikan insipirasi untuk anda. Berikut panduannya:


1. Siapkan Kolam

Media pertama yang sebaiknya selalu diperhatikan untuk memulai bisnis budidaya yaitu kolam. Pertama, anda harus memastikan terlebih dahulu kebersihan kolam hal ini bertujuan agar kolam tersebut terhindari dari hama yang akan rentan menimbulkan penyakit.

Agar kolam ikan tetap bersih sebaiknya gunakan filter atau saringan pada keluar masuk air hal ini tentu untuk mengantisipasi hewan lain masuk yang bisa jadi akan menjadi hama. Nah agar ikan mendapatkan makanan alami maka sebaiknya pada dasar kolam diberi pemupukan. Dengan selalu menjaga kebersihan kolam juga tentunya menjadi salah satu cara memelihara ikan yang tepat.

Buatlah kolam dengan ukuran ideal 6 hingga 12 meter dengan kedalaman mulai dari 90 hingga 150 cm. Kolam ukuran ini bisa menampunng puluhan ikan gurame dengan berat sekitar 2,5 ons. Jika anda tidak memiliki lahan luas untuk membuat kolam maka anda bisa membuat kolam dari terpal yang bisa menampung 10 hingga 15 ikan gurame.


2. Perhatikan Pemilihan Indukan

Jika medianya telah anda siapkan, selanjutnya anda juga harus memperhatikan pemilihan indukan dimana bagian ini tentu menjadi awal anda memulai bisnis. Indukan ikan gurame yang siap untuk dipijahkan yaitu ikan yang sudau berusia sekitar 4 hingga 7 tahun dengan bobot 1,52 kg dimana pada rentan usia ini ikan sedang dalam masa produktifnya.

Jika anda masih bingung dengan kualifikasi ikan yang siap dipijahkan maka anda perlu mengetahui ciri-cirinya dimana ikan gurame yang siap dipijahkan yaitu memiliki perut besar serta dekat dengan anus, mempunyai warna badan gelap dan pucat dan gerakannya lincah. Namun, ikan yan siap dipijahkan perlu ditempatkan sendiri sehingga anda harus membuat kolam dimana usahakan kolam tersebut tidak berlumpur dan anda harus menyiapkan sosog dari bambu yang fungsinya sendiri sebagai sarang telur.


3. Penetasan Telur

Apabila dalam kolam khusus ikan pijahan tersebut terdapat sarang yang tertutup maka sebaiknya langsung angkat sarang tersebut karena dalam sarangnya terdapat telur ikan. Buka sarang dan kemudian masukkan kedalam ember berisi air.

Umumnya, telur yang kualitasnya bagus akan memiliki warna kuning sedangkan telur yang kurang bagus biasanya berwarna putih atau tidak berwarna. Proses penetasan ini umumnya akan membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 hari. Media penetasan ini hanya memerlukan ember dan air bersih saja.


4. Perhatikan Pemeliharaan Benih

Berikutnya anda perlu memperhatikan pemeliharaan benih dimana memelihara benih ini anda memerlukan kolam khusus jangan sampai anda mencampurnya dengan ikan lain karena kemungkinan besar pertumbuhan benih tersebut tidak akan maksimal.

Untuk makanan yang diberikan pada benih ikan ini juga tentunya berbeda yaitu berupa pelet halus. Nah, untuk proses pendedaran benih ini biasanya akan berlangsung sekitar 3 hingga 4 bulan lamanya.


5. Perhatikan Pemberian Pakan

Selain 4 hal diatas, panduan berikutnya yang harus diperhatikan yaitu pemberian pakan. Makanan utama dari ikan yang satu ini yaitu pellet. Sebaiknya berilah ikan tersebut makan 2 kali sehari yaitu pada saat pagi hari dan sore hari. Agar pertumbuhannya maksimal maka anda harus mencari pellet yang kandungan proteinnya sekitar 25%. Namun pemberian pakan ini juga perlu diperhatikan dengan baik agar tidak menjadi pemborosan. Pakan biasanya menjadi komponen biaya yang paling tinggi.


6. Perhatikan Proses Panen

Nah untuk tahap yang terakhir yaitu tahap proses panen. Tahap yang satu ini tentu saja paling ditunggu-tunggu oleh anda. Proses panen ini tentu harus anda perhatikan dengan benar agar hasil yang didapat maksimal. Umumnya masa panen ikan gurame sekitar 4 hingga 6 bulan ketika benih dimasukkan dalam kolam. Dalam proses panen ini anda juga tentunya perlu melihat kebutuhan pasar dimana jenis gurame seperti apa yang memang dibutuhkan.

Itulah panduan budidaya ikan gurame yang sebaiknya harus anda perhatikan dengan benar. Dengan adanya panduan diatas anda bisa memiliki inspirasi. Selamat mencoba dan semoga berhasil!


14 views0 comments