Pencegahan Rabies Pada Manusia Dan Hewan Yang Sebaiknya Diketahui!


foto oleh unsplash


Rabies atau penyakit “anjing gila” merupakan salah satu penyakit yang mengancam keselamatan manusia dan hewan. Sudah sejak lama penyakit ini selalu menjadi perhatian pemerintah bahkan terdapat Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap tahunnya. Peringatan tersebut tentu saja bukanlah tanpa sebab dimana tujuan utamanya yaitu untuk mengingatkan pada masyarakat dunia tentang bahayanya ancaman rabies. Lalu, apa sebenarnya rabies itu? Dan bagaimana pencegahan rabies? Simak berikut ulasannya!


Sekilas Tentang Rabies

Hampir semua orang di seluruh dunia pastinya tahu apa itu rabies. Penyakit ini umumnya dikenal akibat gigitan anjing yang telah terinfeksi virus. Rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular melalui gigitan, cakarana ataupun air liur hewan. Anjing menjadi salah satu hewan yang paling bertanggungjawab dalam penyebaran penyakit ini.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), sebanyak 59 ribu penduduk di seluruh dunia meninggal akibat rabies dimana 99% diantaranya terkena akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies. Walaupun begitu, ternyata selain anjing terdapat hewan yang lain yang dapat menyebarkan rabies pada manusia seperti kucing, kelelawar, sapi, rakun, monyet, rubah dan hewan berdarah panas lainnya.


Penyebab Utama Rabies

Penyebab utama penyakit rabies pada manusia maupun hewan yaitu karena adanya gigitan, cakaran maupun jilatan hewan yang terinfeksi virus rabies. Penularan virus rabies paling umum yang terjadi pada manusia dan hewan yaitu karena adanya gigitan dari hewan yang terinfeksi virus. Virus tersebut akan masuk melalui kulit yang terluka.


Pencegahan Rabies Yang Wajib Diketahui

Rabies merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan berakibat fatal. Begitu gejalanya muncul, bisa dipastikan virus sudah menginfeksi sistem saraf dan otak sehingga kondisi penderita bisa memburuk dengan cepat. Akibatnya, penderita (manusia) akan mengalami komplikasi seperti:

  • Gagal napas

  • Koma

  • Jantung

  • Kematian

Sementara pada hewan biasanya penyakit rabies akan menunjukkan beberapa gejala yang bisa diketahui beberapa minggu setelah terinfeksi. Beberapa gejala yang bisa terlihat seperti:

  • Perubahan perilaku pada hewan

  • Air liur berlebihan

  • Kejang-kejang

  • Lemas

  • Cenderung menghindari keramaian dan cahaya

  • Inkoordinasi/gerakan yang tidak dapat dikontrol

  • Gangguan pada saraf lainnya.

Walaupun berbahaya, rabies menjadi salah satu penyakit yang bisa dicegah. Pencegahan rabies bisa dimulai dengan melakukan vaksinasi pada hewan-hewan yang berpotensi bisa menyebarkan virus rabies. Tentu saja vaksinasi ini juga tak hanya dilakukan pada hewan saja, melainkan juga pada diri anda sendiri. Lakukan vaksinasi sesegera mungkin terlebih lagi jika anda bekerja pada bidang yang bersentuhan langsung dengan hewan.

Selain vaksinasi, tentu terdapat beberapa langkah pencegahan lain yang bisa anda lakukan, seperti:

  • Menjaga hewan peliharaan untuk tetap di dalam kandang dan selalu mengawasinya ketika di luar kandang.

  • Menutup lubang ataupun celah di rumah yang bisa menjadi sarang hewan liar.

  • Selalu hindari kontak langsung dengan hewan liar ataupun hewan yang menunjukkan gejala rabies.

  • Membuat laporan ke lembaga pengendalian hewan liar jika anda melihat sudah banyak hewan liar yang berkeliaran.

  • Menjalani vaksinasi rabies sebelum berkunjung ke wilayah yang sering terjadi kasus penularan rabies.

Itulah sekilas tentang rabies, penyebab utama dan pencegahan rabies yang sebaiknya diketahui apalagi jika anda memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Semoga informasi tentang pencegahan rabies diatas bisa memberikan pemahaman untuk anda bahwa begitu bahayanya penyakit rabies jika dibiarkan. Selalu lindungi diri anda dan hewan kesayangan dari berbagai penyakit yang berbahaya seperti rabies.

Semoga bermanfaat!


Baca juga : Menelusuri Jejak Sejarah Penyakit Rabies dari Masa ke Masa
10 views0 comments