Menghitung Performa Usaha Ayam Broiler/Pedaging Yang Sebaiknya Diketahui!


foto oleh unsplash


Seperti yang kita ketahui jika kebutuhan ayam potong atau ayam pedaging dari waktu ke waktu memang terus meningkat. Hal tersebut tentu saja dikarenakan ayam potong menjadi salah satu lauk pauk yang paling diminati sehari-hari. Oleh sebab itu maka tentu saja usaha ayam potong dapat menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Namun sebelum anda memulai usaha, disarankan agar anda mengetahui cara menghitung performa usaha ayam broiler pedaging.


Berikut Cara Menghitung Performa Usaha Ayam Broiler Pedaging Yang Sebaiknya Diketahui

Ayam broiler merupakan jenis ayam ras unggulan hasil persilangan dari jenis-jenis ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi. Ayam broiler merupakan ayam ternak yang paling ekonomis jika dibandingkan dengan ternak lain.

Keunggulan dari ayam ini yaitu pertumbuhannya yang sangat cepat. Hanya membutuhkan waktu 4 sampai 5 minggu saja produksi daging sudah bisa dipasarkan atau dikonsumsi serta memiliki konversi pakan yang baik. Usaha ayam broiler pedaging memanglah sangat menggiurkan, hanya saja memang tidak semudah yang dibayangkan. Bagi anda yang akan memulai usaha ayam broiler, sebaiknya mengetahui tentang cara menghitung performa usaha ayam broiler pedaging yang sebaiknya diketahui:


· Menghitung Konversi Pakan

Konversi pakan dihitunng dengan FCR atau feed convertion ratio merupakan jumlah berat pakan yang diberikan untuk menghasilkan 1 kg berat hidup ayam broiler. Semakin kecil FCR maka semakin baik juga hasilnya dimana hal ini mengindikasikan bahwa penyerapan nutrisi lebih baik dan konversi pakan menjadi daging bisa dikatakan optimal. Berikut ini rumus menghitung FCR:




· Menghitung IP (Index Performance)

Cara menghitung performa usaha ayam broiler pedaging yang pertama yaitu menghitung IP. Menurut beberapa ahli, semakin besar nilai IP yang diperoleh maka akan semakin baik juga performa pemerliharaan ayam serta semakin efisien penggunaan pakannya. Nilai IP sendiri bisa dihitung berdasarkan bobot panen, umur panen, konversi pakan (FCR) serta jumlah presentase ayam yang hidup selama pemeliharaan.

Rumus IP : (Presentase Ayam Hidup x Berat Rata-Rata) : (FCR x Umur Panen) x 100

Keterangan :

Presentase Ayam Hidup = 100 – Deplesi (Deplesi merupakan penyusutan ayam, bisa karena kematian atau afkir).

· Cara Menghitung Umur Panen, Jika Panen Dilakukan Bertahap

Perhitungan satu ini berlaku ketika panen ayam yang dilakukan secara bertahap, dihari berbeda serta jumlah panen yang berbeda juga. Cara menghitungnya sebagai berikut:

Rumus Umur Panen : (Umur x Jumlah) + (Umur x Jumlah) + (Umur x Jumlah) : Total Ayam Terpanen


Nah itulah cara menghitung performa usaha ayam broiler pedaging yang sebaiknya anda ketahui. Selain mengetahui bagaimana cara menghitung performanya, anda juga tentu saja perlu memperhatikan pembuatan kandangnya. Kandang menjadi hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Pemilihan lokasi kandang bisa mempengaruhi usaha yang anda rintis kedepannya.

Buatlah kandang yang berukuran luas agar ayam-ayam bisa bergerak dengan bebas. Selain itu, pastikan buatlah kandang yang mendapatkan pencahayaan cukup dan ventilasi untuk meningkatkan pertumbuhan ayam. Tidak lupa juga untuk suhu dan kebersihannya yang tentu saja harus benar-benar diperhatikan.

Demikian sekilas tentang cara menghitung performa usaha ayam broiler pedaging dan pentingnya kandang untuk usaha ternak ayam pedaging. Hal-hal diatas penting untuk anda ketahui agar usaha yang akan anda rintis berjalan sesuai dengan rencana dan pastinya menguntungkan.


Semoga bermanfaat.


Baca juga : Panduan Brooding Dalam Budidaya Ayam Skala Komersil