Inilah Kelebihan Dan Kelemahan Sistem Budidaya Minapadi Yang Tidak Banyak Diketahui!


foto oleh pertanian.go.id


Sistem budidaya minapadi yang telah dikembangkan di Indonesia sejak 6 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2015 dan memang semakin mendapatkan perhatian. Sistem yang menggabungkan antara budidaya perikanan serta pertanian tersebut banyak diminati tidak hanya di Indonesia saja melainkan juga negara lainnya. Lalu, apa sebenarnya minapadi tersebut? Berikut penjelasannya!


Sekilas Tentang Sistem Budidaya Minapadi

Minapadi merupakan salah satu usaha budidaya ikan di lahan sawah yang dilakukan bersamaan dengan menanam padi dalam satu areal yang sama. Dengan kata lain, sistem ini juga termasuk “Sambil menyelam minum air” yang sama-sama menguntungkan. Usaha padi akan lebih lancar begitupun budidaya ikan akan lancar juga.

Dengan adanya sistem ini tentu saja petani akan lebih diuntungkan karena bisa mendapatkan 2 hasil dari satu area. Berbicara tentang minapadi, tentu ada beberapa sistem yang kini banyak digunakan para petani. Namun, yang paling populer yaitu budidaya minapadi dengan sistem tanam jajarlegowo.

Rekayasa teknik tanam padi dengan sistem jajarlegowo ini terbukti bisa meningkatkan produksi padi sebesar 12% hingga 22%. Disamping itu, sistem ini juiga akan memberikan ruang cukup luas untuk melakukan budidaya ikan. Sehingga hasil ikan yang akan diperoleh bisa menutup sebagian biaya usaha tani sehingga pendapatan petani akan meningkat. Teknik jajar legowo ini dilakukan dengan mengatur jarak tanam antara rumpun serta antar barisan.


Lalu, Apa Saja Kelebihan Dan Kelemahan Dari Sistem Budidaya Minapadi Jajarlegowo?

Seperti yang kita tahu bahwa setiap hal yang dibuat oleh manusia tentu saja memiliki kelebihan dan kelemahannya, begitupun dengan sistem budidaya minapadi jajalegowo. Apa saja kelebihan dan kelemahan budidaya ini? Berikut penjelasannya:

Kelebihan Menggunakan Sistem Budidaya Minapadi Jajarlegowo

· Bisa membudidayakan padi serta ikan di tempat yang sama.

· Pendapatan lebih meningkat karena tidak hanya dari hasil menanam padi saja melainkan juga dari budidaya ikan.

· Kotoran ikan bisa menjadi pupuk alami yang membuat tanaman menjadi lebih subur.

· Bisa meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan air.

· Bisa mengurangi penggunaan insektisida serta menghambat pertumbuhan rumput.

· Ramah lingkungan.

· Bisa meningkatkan produktivitas padi.

· Hasil ikan yang diperoleh bisa menutupi sebagian biaya usaha tani atau bahkan menghasilkan banyak keuntungan disaat harga daging ikan mahal.

· Bisa memudahkan pemiliharaan tanaman padi jika dilakukan dengan teknik yang tepat.


Kelemahan Menggunakan Sistem Budidaya Minapadi Jajalegowo

· Pemberian pestisida yang berlebihan bisa mempengaruhi kelangsungan hidup ikan yang dibudidaya.

· Hama seperti burung, ular dan kodok bisa dengan mudah masuk ke sawah.

· Minapadi harus diterapkan di daerah dengan sumber air yang melimpah.

· Minapadi tidak cocok diterapkan di daerah dengan sumber air terbatas.

Nah itulah kelebihan dan kelemahan dari sistem budidaya minapadi jajarlegowo. Terlepas dari kelebihan dan kelemahannya, tentu jika anda ingin menerapkan budidaya tanam ini maka sebaiknya perhatikan teknik penerapannya dan juga lingkungan sekitar.

Pemilihan benih ikan juga perlu diperhatikan. Selain itu, penebarannya juga perlu dilakukan 30 hari atau 1 bulan setelah penanaman padi. Hal ini bertujuan untuk menghindari pupuk dan obat-obatan dikonsumsi oleh bibit ikan. Pastikan anda juga menebarkan benih ikan tersebut pada sore hari secara perlahan agar ikan-ikan tersebut tidak stress akibat adanya perubahan lingkungan.


Itulah sekilas tentang sistem budidaya minapadi yang sebaiknya diketahui oleh anda sebelum memutuskan untuk menerapkannya. Sistem ini memang tergolong mudah dan banyak dipilih namun tetap saja terdapat resiko yang harus anda ambil apalagi jika pesawahan anda berada di lingkungan minim air atau tidak ada irigasi teknis.


Semoga bermanfaat!