Inilah Cara Perhitungan Ransum Ternak Dengan Metode Pearson Square


foto oleh pixabay


Seperti yang kita ketahui bahwa pakan merupakan unsur utama untuk memenuhi kebutuhan ternak. Pakan bisa dikatakan sebagai faktor penentu keberhasilan usaha ternak. Bahkan bahkan bisa dianggap salah satu unsur utama dalam biaya produksi ternak. Hal ini tentu menyebabkan pakan sangat berpengaruh pada tingkat keuntungan yang diperoleh peternak.

Berbicara tentang pakan ternak, Indonesia memang selalu berusaha untuk mencari alternatif pakan ternak yang diperliharanya. Dalam usaha memberikan pakan ternak terbaik, memang banyak sekali diantaranya peternak yang merasa rugi jika memakai langsung pakan yang dibuat oleh pabrikan. Dikarenakan hal ini selalu terjadi, banyak sekali diantaranya peternak yang menyusun ransum pakan lengkap (completed feed) untuk keperluan ternaknya dengan menggunakan bahan pakan di sekitar peternakan. Hal ini tentu sangat menguntungkan hanya saja dalam penyusunannya pastinya dibutuhkan perhitungan yang tepat agar hasilnya tetap bagus dan ekonomis.


Lalu, Bagaimana Perhitungan Ransum Ternak Yang Tepat Dan Akurat?

Cara menyusun ransum pada dasarnya memang perlu diketahui oleh semua peternak terutama bagi anda yang ingin mengurangi biaya pakan. Dalam penyusunan ini memang ada berbagai metode yang selalu digunakan, hanya saja sekarang ini banyak perternak yang menggunakan perhitungan ransum ternak dengan metode pearson square. Penasaran bagaimana cara perhitungannya? Berikut langkah-langkahnya:


a. Menggunakan 2 Bahan Makanan Ternak

Cara menghitung ransum ternak dengan metode pearson square yang pertama yaitu dengan menggunakan dua bahan makanan ternak. Misalnya seperti jagung serta konsentrat yang mana masing-masing memiliki kadar protein sebesar 9% serta 38%. Nah, untuk ransum yang anda susun yaitu harus memiliki kadar protein sebesar 20%. Jika anda ingin menyusun ransum sebanyak 100 kg, berikut perbandingan dan perhitungannya:

Sesuai namanya (square artinya kotak dalam bahasa inggris), ada baiknya Anda menyederhanakan hitungan dengan menggambar kotak di sebuah kertas. Di sisi kiri kotak tersebut tuliskan konsentrasi pakan yang memiliki tinggi nutrisi dan yang memiliki rendah nutrisi. Tuliskan juga target ransum yang ingin diperoleh di tengah kotak tersebut. Perhitunganya kira kira sebagai berikut:


kemudian hitunglah jumlah setiap bagian campuran yang dibutuhkan dengan perhitungan perbandingan sederhana=

· Konsentrat : 11/29 X 100 Kg = 37,9 Kg.

· Jagung : 18/29 x 100 Kg = 62,1 Kg.

Keuntungan menggunakan metoda ini tentu saja lebih praktis serta cepat. Hanya saja kerugiannya sendiri anda hanya menggunakan 2 bahan saja tidak lebih.


Mari kita ulangi dengan contoh kasus yang berbeda. Coba perhitungankan pembuatan pakan dari bekatul yang mengandung nutrisi 10% dan konsentrat 40% dengan target ransum 30% sebanyak 150 kg

kemudian hitunglah jumlah setiap bagian campuran yang dibutuhkan dengan perhitungan perbandingan sederhana=

· Konsentrat : 10/20 X 150 Kg = 75 Kg.

· Bekatul : 10/30 x 150 Kg = 150 Kg.


b. Menggunakan 3 Bahan Makanan Ternak

Perhitungan yang kedua yaitu dengan menggunakan 3 bahan makanan ternak. Misalnya jagung sebanyak 9%, konsentrat 38% dan bekatul 12%. Berikut perhitungannya:

· Menghitung PK dari campuran jagung serta bekatul:

1. Suplai PK jagung = 0,75 x 9% = 6,75%.

2. Suplai PK bekatl = 0,25 x 12% = 3,00%

· Menghitung proporsi campuran bekatul dan jagung dalam ransum, jika anda ingin membuat ransum sebesar 100 Kg maka bahan yang anda gunakan:

1. Konsentrat yang digunakan, 6,25/28,25 x 100 Kg = 22,1 Kg

2. Jagung yang digunakan, 0,75 x 22/28,25 x 100 Kg = 58,40 Kg

3. Bekatul yang digunakan, 0,25 x 22/28,25 x 100 Kg = 19,4 Kg


c. Menggunakan 5 Bahan Makan Ternak

Metode berikutnya jika anda ingin menggunakan 5 bahan seperti bekatul 12%, jagung 9%, tepung tapioka 2%, tepung ikan 60% dan bungkil kedelai 45%. Jika anda ingin mendapatkan ransum dengan PK 21%, maka ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan:

1. Melakukan perencanaan terhadap jumlah bahan makanan bahan ternak yang digunakan untuk menyusun ransum.

2. Golongkan bahan makanan yang mengandung PK tinggi dan PK rendah. Dengan perhitungan berikut:

· Tepung ikan yang digunakan 20% = 0,2 x 60% = 12%

· Bungkil ikan yang digunakan 80% = 0,8 x 45% = 36%

Tepung ikan dan bungkil ikan merupakan golongan bahan makanan protein tinggi dengan jumlah yang digunakan 48%. Sedangkan untuk bahan pakan protein rendah sebagai berikut:

· Jagung digunakan 60% = 0,6 x 9 = 5,4%

· Bekatul digunakan 25% = 0,25 x 12 = 3,0%

· Tepung tapioka 15% = 0,15 x 2 = 0,3

Total campuran PK 8,7% untuk protein rendah.

Jika anda ingin menyusun ransum sebanyak 100 kg maka yang diperlukan yaitu:

· Tepung ikan = 0,2 x 8,3/39,3 x 100 kg = 4,22 Kg

· Bungkil kedelai = 0,8 x 8,3/39,3 x 100 Kg = 16,90 Kg

· Jagung = 0,6 x 31/39,3 x100 Kg = 47,33 Kg

· Bekatul = 0,25 x 31/39.,3 x 100 Kg = 19,72 Kg

· Tepung tapioka = 0,15 x 31/39,3 x 100 Kg = 11,83 Kg.

Cara perhitungan ransum ternak dengan metode pearson square ini memang bisa dikatakan susah-susah gampang. Hanya saja, hal ini setidaknya bisa meminimalisir pengeluaran atas biaya pakan ternak dengan tetap memperhatikan kandungan nutrisi bagi ternak. Metode ini bisa dipakai baik untuk ternak ruminansia maupun ternak unggas.


Nah, share ya supaya lebih banyak orang yang mengerti metode perhitungan ini.

Baca juga : Cara Membuat Formulasi Ransum Ayam Kampung Dengan Mudah