• admin

Cara Membuat Formulasi Ransum Ayam Kampung Dengan Mudah


foto oleh pixabay


Pada umumnya ayam kampung banyak dipelihara untuk dijadikan usaha samping. Pakannya tidak terlalu diperhatikan. Karena jenis ayam ini akan dibiarkan begitu saja untuk mencari pakan sendiri. Sehingga kandungan gizinya tidak terlalu diperhatikan. Cara pemeliharaan ini sudah sangat lumrah di kalangan masyarakat dan masih tradisional.

Untuk Anda yang tertarik budidaya ayam kampung sebagai sumber penghasilan, tentu saja tidak seperti itu caranya. Salah satu hal penting yang harus Anda perhatikan adalah pemberian pakannya. Yaitu dengan membuat formulasi ransum untuk ayam kampung. Pemberian pakan yang tepat akan menentukan pertumbuhan ayam yang Anda pelihara. Dengan mengelola pemberian pakan, ternak ayam kampung bisa dioptimalkan agar menghasilkan profit yang maksimal.


Cara Mudah Membuat Formulasi Ransum Ayam Kampung

Pakan yang dimaksud disini adalah pakan organik berkualitas. Pembuatan formulasi ransum ayam kampung tidak sekompleks seperti budidaya ayam broiler. Meskipun demikian, ada beberapa langkah penting yang harus Anda perhatikan dengan baik diantaranya :


1. Mempersiapkan Bahan Baku Untuk Pembuatan Formulasi Ransum

Bahan baku yang sudah banyak digunakan untuk membuat pakan organik yaitu menir, tepung ikan, dedak halus dan bungkil inti kelapa sawit. Untuk ayam kampung petelur, kebutuhan protein yang harus terpenuhi adalah sebanyak 15%.

Bahan tambahan lain yang bisa digunakan diantaranya jagung, sisa-sisa makanan seperti kerak nasi, roti BS, mie BS, tepung daun lamtoro dan yang lainnya.


2. Langkah-Langkah Membuat Formulasi Ransum Untuk Ayam Kampung

Berdasarkan riset penelitian dan pengalaman peternak, menyebutkan bahwa 50% dedak padi dan 20% menit bisa digunakan untuk pembuatan ransum. Dari kedua bahan ini didapatkan jumlah protein sebanyak 8,0%. Hasil ini didapatkan dari perhitungan :

Dedak padi 50% (0,50 x 12,0% = 6,0%)

Menir 20% (0,20 x 10,2% = 2,0%)

Jumlah 70% = 8,0%

Jika kebutuhan protein ayam petelur 15%, maka kekurangannya 7%. Kekurangan ini bisa dicukupi dari tepung ikan dan bungkil inti sawit dengan jumlah protein 7,0%.


3. Metode Bujur Sangkar Pearson Untuk Menghitung Proporsi Formula Ransum

Campuran tepung ikan dan bungkil inti sawit kandungan proteinnya harus 30% atau sebesar 7 : 0,3 = 23,4%. Untuk mendapatkan campuran ini dihitung dengan metode bujur sangkar pearson yaitu :

Tepung ikan : PK (50,0%) sama dengan 4,7 bagian

Bungkil inti sawit : PK (18,7%) sama dengan 26,6 bagian

Jumlah : 31,3 bagian


4. Rumus Formulasi Ransum Ayam Kampung

Dari hasil perhitungan metode bujur sangkar pearson, didapatkan jumlah :

Tepung ikan = 4,7/31,3 x 30% = 4,50%

Bungkil inti sawit = 26,6/31,3 x 30% = 25,50%

Formulasi ransum untuk ayam kampung kemudian disusun menjadi :

· Bahan pakan terdiri dari 50% dedak, 20% menit, 4,5% tepung ikan dan 25,5% bungkil inti sawit

· Masing-masing bahan mengandung protein 6%, 2%, 2,25% dan 4,77%

· Masing-masing bahan mengandung energi 1200 kkal/kg, 532 kkal/kg, 134 kkal/kg dan 522 kkal/kg

· Masing-masing bahan mengandung kapur (Ca) 0,10%, 0,02%, 0,23% dan 0,05%

· Masing-masing bahan mengandung premix vitamin dan mineral 0,5%, 0,02%, 0,13% dan 0,14%

Dari semua perhitungan yang dibuat, kandungan protein ransum ayam kampung sudah memenuhi kebutuhan. Namun untuk kandungan energi dan kapurnya masih rendah. Anda bisa menyiasati hal ini dengan menambahkan bahan yang memiliki kandungan energi tinggi. Diantaranya jagung, tepung kapur, tepung tulang atau tepung kulit kerang.


Jika ingin mendapatkan susunan yang lebih akurat, proses perhitungannya harus dilakukan secara berulang. Demikianlah cara mudah membuat formulasi ransum ayam kampung yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Nah dengan mengelola faktor pakan ini, Anda bisa mendapatkan panen ayam kampung yang lebih baik.


dari berbagai sumber


baca juga : Sekilas Tentang Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan