Penyebab dan Cara Mencegah Kucing Spraying pada Usia Kawin


Foto oleh unsplash


Kucing spraying bisa dilakukan oleh kucing jantan dan betina. Spraying bukan kencing. Perbedaanya adalah saat melakukannya, mereka tidak jongkok seperti saat kencing. Spraying biasanya dilakukan oleh kucing remaja (7-8 bulan).

Area yang biasanya terkena korban spraying adalah benda vertikal, seperti gorden, lemari, dinding, pintu, kursi, tembok, dan sejenisnya. Dan, Anda sebaiknya segera membersihkan area ini menggunakan larutan pemutih agar baunya hilang. Karena jika tidak, mereka akan spraying di area yang sama.


Penyebab Kucing Spraying yang Harus Dipahami oleh Cat Lovers

Spraying masih bisa dianggap wajar jika dilakukan beberapa kali. Tapi Anda harus waspada jika mereka spraying dalam beberapa bulan berturut-turut. Pada umumnya, inilah penyebab kucing spraying.


Insting Seksual

Hal ini terjadi ketika alat reproduksi mulai matang, yaitu sekitar usia 7 bulan. Dengan steril, kebiasaan spraying bisa berkurang sampai 80%. Tetapi jika ternyata masih tidak berubah, kemungkinkan kucing mengalami stres. Yang bisa disebabkan oleh adanya hewan peliharaan baru, pindah rumah, dan sebagainya.

Pada musim kawin, biasanya kucing melakukan spraying sebagai tanda bahwa dia siap kawin. Bau spraying lebih menyengat daripada kencing karena sekaligus mengeluarkan zat kimia tertentu sebagai tanda bahwa dia siap kawin.


Menandai Daerah Kekuasaannya

Jika Anda memelihara beberapa kucing di dalam rumah, kemungkinan dia sedang melakukan spraying untuk tujuan ini. Karena kucing termasuk hewan teritori sehingga dia menandai “wilayah kekuasaanya”. Kadang juga anabul melakukan spraying untuk menandai wilayah rumah dari kucing liar di luar rumah.

Cara Mengatasi Kucing Spraying Secara Mandiri dan Medis

Kucing spraying bisa diatasi dengan beberapa cara berikut ini:


1. Menegurnya Saat itu Juga

Saat Anda menangkap basah kucing Anda melakukan spraying, saat itu juga tegur lah dia. Dari situ dia akan mengerti bahwa Anda tidak menyukai perilaku spraying yang dia lakukan.


2. Buatlah Kucing Anda Merasa Nyaman dan Tidak Stres

Karena salah satu penyebab kucing spraying adalah stres, maka buatlah hidupnya teratur. Misalnya dengan melakukan berbagai aktivitas di waktu yang sama (terjadwal), seperti memberinya makan, mengajaknya bermain, dan sebagainya harus dilakukan sesuai jadwal.

Jika di rumah ada anggota keluarga baru, perkenalkanlah dia dengan baik. Ajak dia bermain bersama. Tempatkan mainan, air minum dan kotak pasir di tempat yang sama.


3. Berikan Ruang yang Cukup Bagi Kucing

Sediakan tenggeran. Karena secara naluriah, kucing menyukai tempat tinggi untuk mengawasi lingkungan sekitarnya. Anda bisa membeli tenggeran di toko hewan peliharaan atau mengosongkan area jendela agar dia bisa naik.

Tenggeran kadang juga dikenal sebagai kondominium kucing (cat condo) atau pohon kucing (cat tree). Anda bisa membuatnya sendiri atau mencarinya di toko.

Selain itu, sediakan beberapa kotak pasir. Karena kotak pasir yang terbatas juga menjadi pemicu kucing spraying. Jangan lupa untuk mengambil kotoran dari kotak pasir setiap hari.


foto kondominium kucing oleh pexel


4. Batasi Interaksi Kucing dengan Lingkungan Luar

Karena seringkali konflik dengan kucing lain juga memicu kucing melakukan spraying. Anda bisa menutup pintu depan agar kucing Anda tidak keluar. Atau sebaliknya, kucing liar tidak bisa masuk ke dalam rumah Anda.

Anda juga dapat menggunakan cat repellent untuk membatasi interaksi kucing anda dan kucing liar dari luar. Cat repellent juga dapat digunakan untuk “mengamankan” wilayah tertentu di dalam rumah misal kamar bayi yang baru lahir.


5. Periksa ke Dokter Hewan

Jika memang perilaku ini sudah di luar batas kewajaran, segera bawa kucing kesayangan Anda ke klinik hewan terdekat. Dokter hewan akan membantu Anda mencari tahu penyebab dan mengatasi masalah ini dengan lebih baik.

Karena terkadang kucing yang sudah tua mengalami masalah kesehatan yang serius, misalnya kerusakan organ. Dan masalah kesehatan ini pun dapat memicu kucing spraying.

Selain itu, kebiri atau sterilisasi juga bisa menjadi alternatif berikutnya. Kebiri sebaiknya dilakukan jika kucing Anda berusia kurang dari 6 bulan. Dan berdasarkan penelitian, kebiri berhasil menurunkan kucing spraying sampai 90%.


Nah itulah sekilas tentang pengendalian kucing spraying. Semoga bermanfaat.


Baca juga : Manfaat Sterilisasi bagi Kucing, Anda Perlu Tahu!
214 views0 comments