5 Ciri-Ciri Kucing Keracunan yang Harus Anda Ketahui


foto oleh unsplash


Apakah Anda sudah tahu apa saja ciri-ciri kucing yang mengalami keracunan? Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang menjadi pilihan banyak orang. Tingkahnya yang lucu tak jarang membuat orang-orang ingin memilikinya. Bahkan, tidak sedikit pemilik kucing yang senang berbincang dengannya.

Pawrent begitu sayang dengan kucing yang sudah menemani hari-hari sejak lama. Kucing merupakan salah satu sahabat terbaik. Namun terkadang, kucing dapat mengalami keracunan. Baik disengaja (jahat yaa) maupun tidak.

Jadi, tidak ada salahnya mencari tahu apakah kucing keracunan bisa sembuh sendiri guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Dengan kata lain, Anda bisa selalu menjaga agar kucing tidak keracunan.


Tremor dan Kejang

Tubuh yang gemetar hebat pada kucing mungkin reaksi kalau kucing keracunan. Mungkin saja bisa berlanjut hingga kejang-kejang sehingga kepala mereka terlempar ke belakang.

Mata terbalik dan pupil membesar bisa menjadi gejala lain yang menyertai kejang. Saat kucing mulai sulit bernapas, di mana tarikannya begitu berat. Pemilik memang bisa mencoba mengatasi kucing keracunan secara alami, tapi akan lebih baik untuk segera datang ke petshop atau dokter hewan terdekat.


Muntah dan Diare

Satu dari sekian banyak tanda kucing keracunan racun tikus adalah muntah dan diare. Pawrent bisa mengamati respon kucing jika ada zat beracun yang masuk melalui sistem pencernaan mereka. Biasanya, mereka akan muntah dan diare.

Saat tubuh kucing menolak zat yang tidak bisa dicerna oleh lambung, mungkin mereka akan muntah bening, kuning, berbusa, atau bahkan disertai darah. Jika hewan peliharaan Anda tiba-tiba diare disertai darah, ini menandakan adanya zat beracun yang tentu saja melukai sistem pencernaannya.


Air Liur Berlebihan

Air liur berlebihan yang tidak segera ditangani dengan tepat bisa semakin parah. Bahkan, kucing kesayangan bisa tidak tertolong lagi. Ini bisa saja menjadi salah satu ciri kucing keracunan obat kutu.

Sekadar informasi, kucing bukanlah hewan yang memproduksi atau merespon melalui air liur saat melihat makanan. Ini terjadi karena zat beracun mengiritasi mulut mereka. Alhasil, kucing memproduksi air liur lebih banyak dan tidak terkontrol.


Pembengkakan pada Tubuh

Keracunan pada kucing tidak selalu disebabkan oleh makanan. Sengatan atau gigitan serangga juga bisa menyebabkan kucing keracunan. Untuk memastikannya, Anda bisa lihat apakah ada pembengkakan di bagian tubuh, terutama di sekitar perut atas dan bawah.


Sering Buang Air Kecil

Tubuh kucing akan memberikan berbagai reaksi saat ada zat beracun masuk, termasuk buang air kecil dengan intensitas yang sering. Anda perlu memperhatikan apakah kucing semakin sering buang air kecil dan cek kondisi urin mereka.

Umumnya, urin kucing normal berwarna cukup bening dan encer. Namun, jika tiba-tiba urin berubah menjadi lebih pekat, berbau, atau mengeluarkan darah, Anda patut waspada.

Dengan mengetahui ciri-ciri kucing yang sedang keracunan, sebagai pemilik yang begitu menyayangi hewan peliharaan, Anda bisa melakukan berbagai cara pencegahan. Salah satunya dengan rutin membawa kucing Anda ke petshop terpercaya. Jika Pawrent tinggal di daerah Gresik dan sekitarnya, silakan datang ke Kawan Hewan. Semoga bermanfaat!


Baca juga : Paracetamol, Obat Bagi Manusia Namun Racun Bagi Kucing
8 views0 comments