Paracetamol, Obat Bagi Manusia Namun Racun Bagi Kucing


foto oleh unsplash


Sama halnya dengan manusia, hewan seperti kucing juga tentu bisa terserang penyakit demam. Namun bedanya suhu tubuh kucing ketika demam memang lebih tinggi dibandingkan manusia. Suhu normal kucing berkisar antara 37 derajat celcius hingga 39 derajat celcius. Jika lebih dari maksimal suhu normalnya maka bisa dikatakan bahwa kucing tersebut sedang demam.

Saat kucing kesayangan anda sedang demam, sebagai majikan pastinya anda ingin segera mengobati serta mengembalikan suhu tubuh kucing anda seperti semula. Namun, anda pastinya perlu berhati-hati ketika mencoba untuk mengobatinya apalagi sampai memberikan obat demam untuk manusia kepada kucing. Misalnya seperti memberikan paracetamol agar demamnya turun.


Mengapa Paracetamol Aman Untuk Manusia Namun Racun Bagi Kucing?

Perlu anda ketahui bahwa tidak semua obat yang dikonsumsi manusia baik untuk kucing. Misalnya saja seperti paracetamol yang kita tahu tentu bahwa obat ini sangat efektif untuk menurunkan demam. Namun, walaupun baik untuk manusia, justru jika diberikan kepada kucing yang sedang demam, paracetamol akan menjadi racun yang berbahaya.

Paracetamol atau acetaminophen merupakan turunan sintetik nonopiate dari p-aminophenol. Obat ini seringkali digunakan sebagai analgesic atau obat penghilang rasa sakit dan obat anti demam untuk menurunkan suhu tubuh. Paracetamol merupakan obat yang aman jika dikonsumsi dalam dosis standar namun karena obat ini mudah didapat, overdosis obat baik itu disengaja maupun tidak disengaja seringkali terjadi.

Walaupun efektif menyembuhkan demam jika dikonsumsi oleh manusia, namun paracetamol tentu akan menjadi racun bagi kucing. Ketika dikonsumsi obat ini dipecah oleh enzim glukoronil transsferase di organ hati manusia. Namun kucing tidak memiliki cukup enzim tersebut sehingga ketika anda memberikan obat ini kepada kucing maka akan menghasilkan zat berbahaya yang akan merusak hati serta menurunkan kemampuan sel darah merah.


Gejala Klinis Kucing Keracunan Paracetamol

Sebagai pemilik, pastinya anda perlu mengetahui dengan benar bagaimana gejala klinis kucing yang keracunan paracetamol. Dan berikut ini beberapa gejala klinis yang akan terjadi jika kucing anda menelan paracetamol:

· Tahap 1 ( 0 hingga 12 Jam)

Gejala yang akan terlihat mulai dari muntah, kucing kesulitan bernafas, terlihat lesu, kusam, gusi berwarna cokelat, hipersalivasi dan mengalami anoreksia.

· Tahap 2 ( 12 hingga 24 Jam)

Tahap ini dikategorikan sebagai gejala serius dimana gejala yang akan terlihat seperti pembengkakan wajah, bibir serta anggota tubuh yang lain, gerakan yang tidak terkoordinasi, kejang-kejang bahkan koma.

· Tahap 3 (Lebih Dari 1 Hari)

Terakhir ada gejala klinis tahap 3 yang dianggap sebagai gejala yang sangat serius. Gejala tersebut ditandai dengan kegagalan hati (gagal hati berat), kerusakan sel darah merah dan sakit kuning. Tahap ini biasanya akan terlihat ketika anda sudah memeriksakan kucing yang sudah menelan paracetamol ke dokter hewan.

Nah itulah sekilas tentang gejala klinis yang akan timbul jika kucing anda menelan paracetamol atau sengaja diberikan paracetamol untuk menyembuhkan demamnya. Dengan adanya ulasan diatas tentu sedikit banyaknya anda sudah tahu betapa berbahayanya paracetamol untuk kucing.

Oh ya paracetamol adalah bahan aktif dan obat yang mengandung bahan ini amat gampang ditemui di masyarakat. Merk dagang dari obat yang mengandung paracetamol dan mudah diperoleh antara lain adalah Panadol, Sanmol, Paramex SK, Panarol, Tempra, Termorex, Hufagrip dan masih banyak lagi.

Walaupun paracetamol, obat bagi manusia namun racun bagi kucing. Sebaiknya jika kucing anda mengalami demam, anda bisa langsung membawanya ke dokter hewan saja. Jangan sesekali memberikan obat yang tidak semestinya diberikan kepada kucing. Pengobatan ke manusia dan ke anabul tidak dapat disamakan.


Semoga bermanfaat, share ya agar lebih banyak yang aware tentang topik ini.


Baca juga : Mudah Dan Simpel, Inilah Cara Mengukur Suhu Tubuh Kucing Paling Efektif
14 views0 comments